MAKASSAR, UNHAS.TV - Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin menggelar Salat Istisqa di Lapangan M Yusuf, Markas Kodam XIV Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026) pagi.
Salat meminta hujan itu digelar ketika cuaca panas dan kondisi lahan kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Ribuan anggota Tentara Nasional Indonesia mengikuti salat tersebut. Mereka memohon agar hujan segera turun dan membawa keselamatan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan moral kepada petugas, relawan, dan warga yang menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Bangun Nawoko mengatakan cuaca di Makassar pada pagi itu cerah dan cenderung panas. Kondisi tersebut mendorong jajarannya melakukan ikhtiar spiritual melalui Salat Istisqa.
“Kita berikhtiar bersama-sama, mengetuk pintu langit untuk memohon belas kasih Allah SWT, memohon ampunan dosa, dan memohon karunia-Nya,” kata Bangun seusai pelaksanaan salat.
Ia berharap hujan yang turun kelak membawa keselamatan, kesejahteraan, dan kemuliaan bagi masyarakat Indonesia.
Menurut Bangun, pelaksanaan Salat Istisqa sekaligus menunjukkan dukungan bagi tim gabungan yang masih berjuang memadamkan kebakaran di Kalimantan dan Sumatera.

SALAT ISTISQA - Ribuan anggota TNI mengikuti Salat Istisqa di Markas Kodam XIV Hasanuddin, Makassar, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat mencegah kebakaran dengan tidak membakar hutan dan lahan. (Unhas TV / Wandi Nojeng)
Adapun kebakaran yang terjadi dalam wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, khususnya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, telah berhasil dikendalikan.
Di Sulawesi Selatan, kata Bangun, petugas mencatat kebakaran pada 15 titik dengan luas lahan terdampak sekitar 25 hektare. Seluruh titik tersebut telah dipadamkan. Sementara itu, luas lahan yang terbakar di Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 17 hektare dan juga telah berhasil dipadamkan.
Pemadaman dilakukan melalui kerja sama TNI, dinas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat. Bangun menilai keterlibatan masyarakat berperan penting dalam mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.
Meski seluruh kebakaran di dua provinsi tersebut telah ditangani, Kodam tetap mengingatkan adanya potensi kebakaran baru. Cuaca panas, lahan kering, kawasan sabana, serta vegetasi di daerah pegunungan menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api.
Bangun meminta masyarakat tidak membakar hutan, lahan, persawahan, ataupun sampah secara sembarangan.
Ia juga menyoroti kebiasaan membakar sisa tanaman setelah panen. Praktik itu dinilai sangat berbahaya saat cuaca panas karena api dapat dengan cepat menjalar ke area lain.
“Untuk membuka lahan juga tidak perlu lagi membakar karena kondisinya memang sangat membahayakan,” ujar Bangun.

SALAT ISTISQA - Ribuan anggota TNI mengikuti Salat Istisqa di Markas Kodam XIV Hasanuddin, Makassar, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat mencegah kebakaran dengan tidak membakar hutan dan lahan. (Unhas TV / Wandi Nojeng)
Ia mengatakan kebakaran di kawasan sabana atau hutan pada puncak gunung akan sulit dijangkau petugas dan membutuhkan upaya lebih besar untuk dipadamkan.
Bangun menyebut cuaca panas diperkirakan dapat berlangsung hingga Oktober. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran.
Tindakan membakar lahan sekadar iseng, menurut dia, dapat menimbulkan kerugian luas bagi warga dan lingkungan.
Kodam XIV/Hasanuddin tidak akan membatasi pelaksanaan Salat Istisqa hanya di Makodam. Kegiatan serupa akan dilaksanakan oleh satuan-satuan TNI yang berada di bawah wilayah komando tersebut. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi setiap daerah.
Salat Istisqa itu mempertemukan ikhtiar spiritual dengan langkah pencegahan di lapangan. Kodam meminta masyarakat tidak sekadar menunggu hujan, tetapi ikut mengurangi risiko kebakaran dengan menjaga lahan dan tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan area pertanian.
Pencegahan dinilai penting karena api yang muncul di lahan kering dapat menyebar sebelum petugas tiba. Kebakaran juga dapat merusak vegetasi, menghasilkan asap, mengganggu kesehatan masyarakat, dan menyulitkan aktivitas warga.
Kodam berharap kesadaran masyarakat dapat memperkuat upaya petugas menghadapi musim panas. Kerja sama yang sebelumnya berhasil memadamkan kebakaran di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara diminta terus dipertahankan.
Bagi Kodam XIV/Hasanuddin, permohonan hujan harus berjalan bersama dengan tindakan menjaga lingkungan. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya tugas TNI, pemadam kebakaran, atau relawan.
Tanggung jawab itu juga berada di tangan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)
SALAT ISTISQA - Ribuan anggota TNI mengikuti Salat Istisqa di Markas Kodam XIV Hasanuddin, Makassar, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat mencegah kebakaran dengan tidak membakar hutan dan lahan. (Unhas TV / Wandi Nojeng)


-300x169.webp)





