Karir
Pendidikan

Konselor Jepang Raih Gelar Doktor di Unhas, Perkuat Harapan Kerja Sama Indonesia–Jepang

GELAR DOKTOR - Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Dr Ohashi Koichi MPA, resmi meraih gelar doktor pada Program Studi S3 Administrasi Publik FISIP, Universitas Hasanuddin. (Unhas TV/Moh Resha Maharam)

Di tengah prosesi wisuda Universitas Hasanuddin periode April 2026 pada hari pertama di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu (1/4/2026), satu nama menarik perhatian.

Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Dr Ohashi Koichi MPA, resmi meraih gelar doktor pada Program Studi S3 Administrasi Publik FISIP, Universitas Hasanuddin.

Di balik pencapaian akademik itu, tersimpan pesan yang melampaui urusan gelar. Yakni tentang penguatan hubungan Indonesia dan Jepang melalui pendidikan.

Wisuda yang berlangsung dalam suasana Idulfitri itu menjadi momen penting bagi Ohashi. Ia tak sekadar menuntaskan studi doktoralnya di tengah tugas diplomatik di Makassar, tetapi juga menegaskan cita-cita jangka panjang yang telah ia susun sejak lama.

Bagi dia, gelar doktor merupakan syarat penting untuk melanjutkan pengabdian di bidang pendidikan setelah masa tugasnya berakhir.

Dalam setahun ke depan, Ohashi memperkirakan masa tugasnya sebagai Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar akan berakhir.

Karena itu, penyelesaian studi doktoral di Universitas Hasanuddin menjadi pencapaian penting, baik secara pribadi maupun profesional. Ia menempatkan pengalaman akademik itu sebagai jembatan antara kerja diplomatik dan rencana pengabdiannya setelah pensiun.

“Cita-cita saya adalah bukan hanya untuk mendapatkan gelar doktornya saja, untuk menggunakan gelar doktor supaya nanti setelah pensiun, cita-cita saya akan menjadi dosen di perguruan tinggi di Jepang,” kata Ohashi usai wisuda.

Ia mengaku tak menyangka bisa memperoleh kesempatan meraih gelar doktor di Indonesia. Namun kesempatan itu ia jalani sebagai bagian dari rencana yang lebih besar.

Sebelum mengajukan diri sebagai dosen di universitas di Jepang, ia merasa perlu menuntaskan pendidikan doktoralnya terlebih dahulu. Pilihan menempuh studi di Indonesia, menurut dia, bukan keputusan yang kebetulan.

Lebih jauh, Ohashi mengatakan keputusannya menempuh studi Administrasi Publik di Unhas didorong oleh keinginan untuk memahami masyarakat Indonesia secara lebih mendalam.

Bagi dia, pengetahuan tentang administrasi publik tak hanya berguna dalam kerangka akademik, tetapi juga penting untuk membaca kebutuhan masyarakat dan merancang kontribusi yang lebih nyata.

“Pengalaman ini sangat membantu untuk memahami bahwa masyarakat Indonesia merasakan apa dan untuk hidup masing-masing, perlu bantuan ilmu-ilmu pengetahuan tentang administrasi publik,” ujar dia.

Ia menilai pengalaman belajar di Unhas memberinya pengetahuan yang dapat dipakai untuk mendukung kemakmuran masyarakat, baik di Indonesia maupun di Jepang.

Bekal Untuk Manfaat Lebih Luas

Karena itu, gelar doktor yang diraihnya bukan ia lihat sebagai pencapaian individual semata, melainkan sebagai bekal untuk memperluas manfaat di ruang yang lebih besar.

Menurut Ohashi, hubungan Indonesia dan Jepang memiliki modal yang kuat untuk terus berkembang. Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang ia peroleh selama menempuh studi di Makassar dapat ikut mempererat kemitraan kedua negara, terutama melalui pendidikan, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama antarlembaga.

“Yang penting, saya ingin memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia dan Jepang sebagai mitra strategis yang sempurna antara hubungan bilateral persahabatan Indonesia dan Jepang,” kata dia.

Kehadiran Ohashi dalam wisuda Unhas kali ini memperlihatkan bahwa kampus tak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa domestik, tetapi juga wadah perjumpaan lintas negara.

Di tengah tugas diplomatik, seorang pejabat konsuler tetap memilih ruang akademik sebagai medium untuk memperdalam pemahaman sosial dan menyiapkan kontribusi berikutnya.

Pencapaian ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak mengenal batas geografis. Universitas Hasanuddin, menjadi salah satu perguruan tinggi dengan keterbukaan terhadap mahasiswa internasional.

Pencapaian Ohashi, memperlihatkan peran Unhas dalam membangun jejaring global yang tidak berhenti pada pertukaran simbolik, melainkan berangkat dari proses belajar yang nyata.

Di tengah perayaan wisuda, terselip harapan bahwa hubungan Indonesia dan Jepang tak hanya dipelihara lewat diplomasi formal, tetapi juga melalui ilmu pengetahuan, pengalaman bersama, dan komitmen untuk saling memahami.

(Venny Septiani Semuel / Moh Resha Maharam / Unhas TV)