Internasional
Sport

Kursi Kosong Bayangi Laga Kedua Piala Dunia, FIFA Klaim Stadion Nyaris Penuh

KURSI KOSONG - Para penggemar meluapkan kekecewaan setelah melihat banyak kursi kosong selama pertandingan antara Republik Ceko dan Korea Selatan yang berakhir 1-2 untuk kemenangan Korsel. (Screenshot The Sun)

GUADALAJARA, UNHAS.TV - Laga kedua Piala Dunia antara Korea Selatan dan Republik Ceko di Guadalajara menyisakan sorotan di luar lapangan.

Bukan hanya karena Korea Selatan bangkit dan menang 2-1, tetapi juga karena deretan kursi kosong yang terlihat jelas di sejumlah bagian stadion.

Pemandangan itu langsung memicu kemarahan penggemar di media sosial. Mereka mempertanyakan kebijakan harga tiket FIFA yang dinilai terlalu mahal dan membuat laga awal turnamen gagal menarik penonton sesuai harapan.

Padahal FIFA menyatakan pertandingan tersebut dihadiri 44.985 penonton, hanya terpaut 679 orang dari kapasitas stadion.

Klaim FIFA itu tidak meredakan kritik. Banyak penggemar menilai tayangan televisi memperlihatkan kondisi stadion yang jauh dari kesan penuh.

“Begitu banyak kursi kosong di pertandingan Piala Dunia ini. Heran kenapa bisa begitu,” tulis seorang pengguna media sosial.

Penggemar lain menyebut jumlah kursi kosong itu “sangat tidak masuk akal” dan menilai FIFA buruk dalam mengelola turnamen.

Kritik tersebut muncul setelah laporan The Sun menyebut sejumlah venue Piala Dunia menjual kurang dari separuh tiket yang tersedia karena harga yang tinggi.

Menjelang turnamen dibuka, hampir 180 ribu tiket masih tercatat di portal penjualan kembali resmi. Harga tiket untuk pertandingan Inggris juga dikabarkan turun hampir separuh dalam upaya terakhir mencari pembeli.

Sejumlah penggemar mengaitkan kosongnya tribune dengan sistem penjualan ulang tiket. Yang lain menyebut ini pertama kalinya ia melihat begitu banyak kursi kosong dalam laga Piala Dunia.

“Baru hari pertama Piala Dunia sudah banyak kursi kosong. Permainan resale ternyata tidak berjalan baik. Inilah yang terjadi ketika harga didorong terlalu tinggi,” tulis seorang warganet. 

Di lapangan, Republik Ceko sempat unggul lebih dulu melalui Ladislav Krejci. Bek itu menyambut lemparan jauh Vladimir Coufal dengan sundulan keras yang menaklukkan kiper Korea Selatan, Kim Seung-gyu.

Gol tersebut terasa penting bagi Krejci, yang datang ke pertandingan setelah mengetahui pelatihnya di Wolverhampton, Rob Edwards, dipecat.

Namun keunggulan Ceko hanya bertahan delapan menit. Hwang In-beom menunjukkan ketenangan di kotak penalti dengan mengecoh kiper Matej Kovar dan Kim Min-jae sebelum menceploskan bola.

Pemain Feyenoord itu kemudian menjadi kreator gol kemenangan Korea Selatan. Umpan silangnya dikonversi Oh Hyeon-gyu untuk memastikan skor 2-1.

Kekalahan itu pahit bagi Republik Ceko. Tiga menit sebelum gol kemenangan Korea Selatan, sundulan gelandang West Ham, Tomas Soucek, sempat masuk ke gawang, tetapi dianulir karena offside.

Hasil ini membuat Korea Selatan memulai turnamen dengan kemenangan penting. Namun kemenangan itu tertutup sebagian oleh perdebatan tentang kursi kosong, harga tiket, dan strategi FIFA menjual turnamen paling besar di dunia sepak bola. (*)