PHILADELPIA, UNHAS.TV - Kylian Mbappe kembali menjadi pembeda. Penyerang andalan Prancis itu mencetak gol dari titik penalti yang membawa Les Bleus menang tipis atas Paraguay dalam laga gugur Piala Dunia 2026 yang berlangsung panas, keras, dan penuh ketegangan.
Gol Mbappe lahir setelah 70 menit kebuntuan. Prancis, yang mendominasi penguasaan bola sejak awal pertandingan, kesulitan membongkar pertahanan Paraguay yang bermain sangat dalam dan disiplin.
Namun masuknya Desire Doue dari bangku cadangan mengubah arah pertandingan. Pergerakan lincahnya dari sisi kiri memaksa Diego Gomez melakukan pelanggaran di kotak penalti.
Wasit Ilgiz Tantashev semula tidak melihat insiden tersebut. Namun petugas VAR menilai tekel Gomez cukup jelas untuk menghasilkan penalti. Mbappe, yang maju sebagai eksekutor, tak terganggu oleh upaya pemain Paraguay merusak konsentrasinya.
Bek Gustavo Velazquez bahkan sempat mengacak-acak titik penalti sebelum tendangan dilakukan. Mbappe tetap tenang. Bola diarahkan ke sudut bawah gawang, mengecoh kiper Orlando Gill.
Gol itu cukup untuk mengantar Prancis melaju ke babak berikutnya. Tim asuhan Didier Deschamps akan menghadapi Maroko di Boston pada Kamis, dalam ulangan semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pertandingan berjalan dalam suhu sangat tinggi. Temperatur mendekati 100 derajat Fahrenheit saat sepak mula. Jeda minum menjadi kebutuhan, bukan sekadar formalitas.
Dalam kondisi tersebut, tempo laga sejak awal tersendat. Paraguay memilih bertahan rapat, nyaris seluruh pemainnya berada di wilayah sendiri.
Prancis memegang sekitar 80 persen penguasaan bola pada babak pertama. Namun dominasi itu tak berbanding lurus dengan peluang.
Paraguay menutup ruang dengan ketat dan tak ragu menghentikan pergerakan pemain Prancis lewat kontak fisik. Michael Olise dan Mbappe beberapa kali menjadi sasaran pelanggaran keras.
Ketegangan sempat memuncak setelah Mbappe dilanggar Andres Cubas. Insiden itu memicu keributan yang melibatkan banyak pemain dari kedua tim.
Tak lama kemudian, Matias Galarza terlihat mengenai Mbappe dengan ayunan lengan saat bola tak berada di dekat keduanya. Namun wasit dan perangkat pertandingan tidak memberi hukuman tambahan.
Kondisi itu membuat pertandingan lebih banyak berhenti dibanding mengalir. Prancis hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran sebelum turun minum, yakni percobaan Jules Kounde yang lemah dan mudah diamankan kiper Paraguay.
Rencana pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, nyaris berjalan sempurna. Tim Amerika Selatan itu berhasil membuat Prancis kehilangan ritme.
Ousmane Dembele sempat mengirim umpan silang berbahaya ke arah Mbappe, tetapi peluang itu belum cukup untuk membuka pertahanan lawan. Permainan atraktif Prancis yang terlihat pada laga-laga sebelumnya tak muncul.
Selepas jeda, Prancis mencoba meningkatkan tekanan. Dembele mendapat peluang setelah menerima sepak pojok cepat dari Mbappe, tetapi tendangannya hanya mengenai sisi luar jaring.
Kouadio Kone, yang menggantikan Aurelien Tchouameni yang cedera, kemudian menguji Gill lewat tembakan jarak jauh. Kiper Paraguay masih mampu menepis bola.
Perubahan paling menentukan datang ketika Deschamps memasukkan Doue menggantikan Bradley Barcola. Pemain muda Paris Saint-Germain itu memberi kecepatan dan keberanian menggiring bola yang sebelumnya hilang dari permainan Prancis.
Satu pelanggaran terhadapnya sempat luput dari hukuman. Namun ketika ia melewati tiga pemain dan masuk ke kotak penalti, Gomez menjatuhkannya secara terang-terangan.
VAR memanggil wasit. Penalti diberikan. Paraguay mencoba menunda eksekusi dan mengganggu mental Mbappe. Namun kapten Prancis itu tetap dingin. Golnya tak hanya menentukan kemenangan, tetapi juga membuat koleksi golnya di turnamen ini menjadi tujuh, sejajar dengan Lionel Messi.
Bagi Prancis, kemenangan ini bukan penampilan paling indah. Tapi dalam laga gugur, keindahan kerap kalah penting dari ketahanan. Mbappe memastikan Prancis selamat dari jebakan Paraguay dan tetap berada di jalur perebutan gelar dunia. (*)
GOL PENALTI - Kylian Mbappe kini menyamai Lionel Messi dalam persaingan meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Ia mencetak gol penalti dalam laga 16 besar melawan Paraguay, Minggu (5/7/2026). (Screenshot The Sun)








