Ekonomi
News

Like It! Series #9 di Unhas Bahas Pentingnya Literasi dan Ketahanan Finansial Generasi Muda

LIKE IT - Kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It!) Series #9 yang berlangsung di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Unhas, Makassar, Selasa (20/10/2026). Event ini merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bersama Universitas Hasanuddin. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Kemudahan transaksi digital dan semakin beragamnya pilihan investasi menuntut generasi muda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan tabungan menjadi bekal penting dalam membangun ketahanan finansial sejak dini.

Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It!) Series #9 yang berlangsung di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bersama Universitas Hasanuddin.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami pengelolaan keuangan secara lebih menyeluruh, termasuk risiko layanan digital dan pentingnya perencanaan masa depan.

Like It! Series #9 menghadirkan sejumlah agenda, meliputi kuliah umum, stan edukasi dengan permainan interaktif, serta pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari tenant mahasiswa.

Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan pemahaman mengenai sistem keuangan dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.



LIKE IT - Kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It!) Series #9 yang berlangsung di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Unhas, Makassar, Selasa (20/10/2026). Event ini merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bersama Universitas Hasanuddin. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Salah satu narasumber dalam kuliah umum tersebut adalah Anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Andi Timo Pangerang, yang membawakan materi bertajuk From Financial Literacy to Financial Resilience atau dari literasi menuju ketahanan finansial.

Dalam pemaparannya, Andi Timo menjelaskan bahwa pemahaman finansial perlu diwujudkan melalui keputusan yang tepat.

Mahasiswa tidak hanya perlu mengetahui cara menabung dan berinvestasi, tetapi juga memahami karakter investasi serta risiko yang muncul seiring berkembangnya layanan perbankan digital.

“Bagaimana kita mengelola keuangan kita dengan baik, bagaimana kita memilih investasi yang kira-kira sesuai dengan karakter kita, dan kemudian bagaimana kita menjaga risiko-risiko dengan adanya digital kemudahan daripada digital banking ini,” ujar Andi Timo saat diwawancarai Unhas TV.

Ia mengapresiasi respons mahasiswa Unhas yang dinilainya telah memiliki pengetahuan cukup baik mengenai pengelolaan keuangan.

Meski demikian, pengetahuan tersebut perlu diikuti dengan kebiasaan yang disiplin agar mahasiswa mampu menghadapi kebutuhan dan risiko finansial pada masa mendatang.

Andi Timo juga menyoroti perilaku belanja impulsif yang dapat muncul akibat kemudahan transaksi daring. Menurutnya, mahasiswa perlu mempertimbangkan setiap pengeluaran dan mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan sesaat.

“Jangan mudah tergoda oleh godaan-godaan di luar untuk misalnya belanja impulsif. Kita memenuhi keinginan padahal sebenarnya kita yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan kita dulu,” jelasnya.

Selain mengendalikan pengeluaran, ia menekankan pentingnya menyusun rencana tabungan dan investasi sejak awal. Kebiasaan menunggu sisa uang untuk ditabung dinilai kurang efektif karena pengeluaran sering kali menghabiskan dana yang tersedia.

“Nah, kalau kita nanya ‘Ayo dong, nabung dong!’, selalu ngomongnya ‘Oh nanti nabung kalau ada sisanya’. Masalahnya… sisanya enggak pernah ada!” tuturnya.



LIKE IT - Anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Andi Timo Pangerang memberikan penjelasan kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It!) Series #9 yang berlangsung di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Unhas, Makassar, Selasa (20/10/2026). (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Menurut Andi Timo, perencanaan finansial perlu dilakukan sebagaimana seseorang menyusun rencana pendidikan, karier, dan cita-cita. Dengan demikian, menabung dan berinvestasi menjadi bagian dari prioritas, bukan sekadar pilihan ketika memiliki kelebihan uang.

Ia turut mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan kendali atas pengeluaran akibat kebiasaan berbelanja melalui platform digital. “Kita harus mengontrol uang, bukan uang yang kontrol kita,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan Like It! Series #9, kolaborasi empat lembaga tersebut tentunya dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap pengelolaan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.

Kehadiran stan edukasi interaktif dan pameran UMKM juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal berbagai aspek keuangan dan kegiatan usaha secara lebih dekat.

(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)