NEWCASTLE, UNHAS.TV - Newcastle United memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah menundukkan Qarabag 3-2 di St James’ Park, sekaligus unggul agregat telak 9-3.
Kemenangan di leg kedua playoff Liga Champions itu membuka peluang duel besar melawan Chelsea atau Barcelona pada fase berikutnya.
Pasukan Eddie Howe sejatinya sudah menginjakkan satu kaki di babak gugur setelah menang 6-1 pada leg pertama di Baku. Di leg kedua di hadapan publik Geordie, Newcastle tampil cukup efisien untuk menuntaskan tugas.
Sandro Tonali, Joelinton, dan Sven Botman menjadi pencetak gol dalam laga yang sempat berjalan santai sebelum memanas di babak kedua.
Sejak menit awal, tuan rumah langsung menekan. Kurang dari empat menit pertandingan berjalan, Tonali memecah kebuntuan. Sundulan Will Osula dari umpan silang Harvey Barnes ditepis kiper Mateusz Kochalski, tetapi bola muntah disambar Tonali tanpa ampun.
Hanya berselang 82 detik, gawang Qarabag kembali bergetar. Barnes menusuk dari sisi kiri dan mengirim umpan akurat yang disambut Joelinton dengan sepakan voli dari jarak delapan yard. Skor 2-0 membuat agregat kian menjauh dan praktis mematikan harapan wakil Azerbaijan tersebut.
Anthony Gordon, yang mencetak empat gol pada leg pertama dan kini telah mengoleksi sepuluh gol di kompetisi ini—hanya kalah dari Kylian Mbappe dalam daftar pencetak gol—kali ini memulai laga dari bangku cadangan.
Howe memilih menyimpan Gordon dengan mempertimbangkan laga Liga Primer melawan Everton akhir pekan ini cukup penting.
Tanpa Gordon di lini depan, intensitas Newcastle sempat menurun. Qarabag justru mendapatkan beberapa peluang.
Aaron Ramsdale menggagalkan upaya Elvin Jafarguliyev di tiang dekat sebelum melakukan penyelamatan akrobatik menepis tembakan Camilo Duran.
Di sisi lain, Nick Woltemade, gelandang jangkung yang didatangkan dengan banderol 69 juta poundsterling atau sekitar Rp1,38 triliun (asumsi kurs Rp20.000 per poundsterling), menunjukkan kilasan kualitasnya.
Aksi individunya melewati dua bek lawan diakhiri umpan terobosan untuk Jacob Murphy, meski peluang itu gagal berbuah gol.
Babak kedua berlangsung lebih liar. Dan Burn dua kali memberi Qarabag celah untuk bangkit. Duran memanfaatkan kelengahan lini belakang Newcastle untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 lewat sepakan keras yang menaklukkan Ramsdale.
Namun ketertiban segera dipulihkan. Botman menyundul masuk sepak pojok Kieran Trippier untuk membawa Newcastle kembali menjauh. Skor 3-1 tampak menenangkan sebelum drama berikutnya terjadi.
Qarabag mendapat penalti setelah bola mengenai tangan Burn di kotak terlarang. Marko Jankovic gagal mengeksekusi dengan sempurna setelah Ramsdale menepis tendangannya, tetapi Jafarguliyev sigap menyambar bola muntah untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Gordon akhirnya masuk di sisa laga dengan harapan menambah pundi-pundi golnya. Namun, skor tak berubah hingga peluit akhir dibunyikan.
Kemenangan ini menandai tonggak penting bagi Newcastle yang tengah menapaki fase baru di kompetisi elite Eropa.
Lawan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya: duel dua leg melawan Chelsea—yang bisa diselingi laga domestik di Stamford Bridge—atau reuni dengan Barcelona yang sebelumnya menaklukkan mereka 2-1 pada fase liga.
Apa pun hasil undian, Newcastle telah membuktikan kapasitasnya melangkah jauh. Namun, menghadapi raksasa seperti Chelsea atau Barcelona akan menjadi level tantangan berbeda.
Bagi Howe dan para pendukung Toon Army, malam di St James’ Park ini bukan sekadar kemenangan, melainkan penegasan bahwa Newcastle kini benar-benar menjadi bagian dari panggung besar Eropa. (*)
CETAK GOL - Gelandang Newcastle United Sandro Tonalli mencetak 1 gol kemenangan pada leg kedua playoff babak 16 atas Qarabag, Rabu (25/2/2026) dini hari. (the sun/getty)








