Pendidikan

Perkuat Kolaborasi Global, Hiroshima University Buka Kantor Satelit di Unhas

Wakil Rektor Hiroshima University, Prof Kazuhiko Koike PhD. (dok unhas tv)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Upaya memperkuat kolaborasi akademik internasional kembali ditegaskan Universitas Hasanuddin (Unhas). Sejalan dengan itu, Unhas menerima kunjungan Wakil Rektor Hiroshima University, Prof Kazuhiko Koike PhD, bersama rombongan, Rabu (18/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 6, Kampus Tamalanrea, membahas sejumlah agenda strategis. Salah satu yang mengemuka ialah rencana pembangunan kantor satelit Hiroshima University di lingkungan Unhas.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof Dr Eng Adi Maulana ST MPhil mengatakan kedua universitas telah memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang. Namun, mulai tahun ini, intensitas kolaborasi akan ditingkatkan melalui skema yang lebih terstruktur.

“Hasanuddin University dan Hiroshima University sudah punya kolaborasi yang sangat panjang. Mulai tahun ini kita akan bekerja sama lebih intensif lagi, termasuk pembangunan kantor satelit di Unhas,” kata Adi Maulana usai pertemuan.

Kantor satelit tersebut direncanakan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas. Fungsinya bukan sekadar simbol kemitraan, melainkan pusat koordinasi berbagai program kolaboratif lintas bidang.

Dari kantor itu, kata Adi, akan dikembangkan riset kolaboratif, program pertukaran mahasiswa, hingga skema double degree di sejumlah program studi. Selain itu, kedua kampus juga menjajaki kerja sama inkubasi bisnis dan pengembangan startup berbasis hasil riset.

Menurut Adi, kerja sama riset yang telah berjalan mencakup sejumlah proyek strategis, di antaranya bidang pertumbuhan dan restorasi. Ke depan, kolaborasi diharapkan meluas ke berbagai disiplin ilmu yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan inovasi teknologi.

“Kita sudah memulai beberapa proyek bersama. Selanjutnya, akan ada pertukaran pelajar, double degree, serta kerja sama inkubasi dan startup. Ke depan, kerja sama ini akan semakin intensif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Hiroshima University, Prof Kazuhiko Koike, menyebut pembangunan kantor satelit menjadi langkah penting untuk memperkuat jejaring akademik kedua institusi. Kantor tersebut ditargetkan diluncurkan pada September 2026.

Menurut Koike, kantor satelit akan menjadi pusat kolaborasi berbagai bidang akademik antara Jepang dan Indonesia. Ia menekankan pentingnya membuka ruang kerja sama yang lebih luas, tidak terbatas pada satu atau dua disiplin ilmu.

“We want to implement a wide variety of academic fields. The satellite office will be the key center to collaborate many academic fields (Kami ingin implementasikan beragam bidang akademik. Kantor cabang akan menjadi pusat untuk berkolaborasi di berbagai bidang akademik),” ujar Koike.

Selain pembangunan kantor satelit, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan mobilitas mahasiswa. Hiroshima University tengah mendiskusikan pengiriman mahasiswa Jepang untuk mengikuti program kolaborasi akademik di Unhas.

Koike menilai kemitraan dengan Unhas memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga dalam pengembangan inovasi dan jejaring global. Ia melihat potensi besar kolaborasi di kawasan Asia Tenggara, dengan Makassar sebagai salah satu simpul penting pendidikan tinggi.

Bagi Unhas, penguatan kemitraan ini sejalan dengan agenda internasionalisasi kampus. Kehadiran kantor satelit universitas asing di lingkungan kampus dinilai dapat memperluas akses dosen dan mahasiswa terhadap jejaring riset global, termasuk peluang studi lanjut jenjang doktoral di Jepang.

Kolaborasi ini juga diharapkan mendorong peningkatan kapasitas dosen melalui skema joint research dan supervisi bersama. Dengan demikian, kualitas publikasi ilmiah dan inovasi berbasis riset dapat semakin kompetitif di tingkat internasional.

Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu menandai babak baru hubungan kedua universitas. Jika terealisasi sesuai rencana, kantor satelit Hiroshima University di Tamalanrea akan menjadi salah satu pusat kolaborasi akademik Jepang–Indonesia di kawasan timur Indonesia.

Melalui penguatan kolaborasi ini, kedua institusi berharap dapat menciptakan ekosistem riset dan inovasi yang saling menguntungkan, sekaligus memperluas kontribusi pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan global.

(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)