Karier
Makassar

Lulus Magister Biomedik, Awardee LPDP Unhas Ini Punya Misi Berkontribusi bagi Negeri

Awardee LPDP Unhas, Anni Atiqah Mahdiyyah, menyelesaikan pendidikan di Program Magister Ilmu Biomedik Unhas. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi sarana untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi proses pengembangan kapasitas, penguatan keilmuan, serta pembentukan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas dilakukan melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program ini tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, tetapi juga membawa tanggung jawab bagi penerimanya untuk menyelesaikan studi dengan baik dan menghadirkan kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.

Nilai tersebut dirasakan oleh Anni Atiqah Mahdiyyah, lulusan Program Magister Ilmu Biomedik Universitas Hasanuddin yang berhasil menyelesaikan pendidikannya sebagai salah satu penerima beasiswa LPDP.

Bagi Anni, kesempatan menjadi awardee LPDP bukan hanya memberikan dukungan untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya juga sangat berterima kasih kepada pihak LPDP, pengelola dana pendidikan yang sudah membiayai dan juga mendukung secara penuh dari studi saya di Universitas Hasanuddin. Menjadi seorang penerima LPDP, beasiswa tentunya menjadi tanggung jawab sendiri untuk saya bisa menuntaskan kuliah tepat waktu dan juga bisa berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Anni.

Menurutnya, status sebagai penerima beasiswa LPDP tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi menjadi langkah awal untuk mengembangkan diri dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Saya rasa ini merupakan perjalanan yang awal untuk bagaimana bisa lebih berdampak lagi di masyarakat,” tambahnya.

Sebagai awardee LPDP, Anni menjelaskan bahwa penerima beasiswa dituntut untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik mungkin. Proses tersebut membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk menyelesaikan studi sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Sebagai awardee LPDP, kita harus memaksimalkan kuliah kita selama kurang lebih dua tahun,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan akademik tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Namun, para penerima beasiswa mendapatkan dukungan melalui mekanisme pendampingan yang disediakan LPDP selama masa pendidikan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui pelaporan perkembangan studi secara berkala. Melalui mekanisme ini, awardee dapat menyampaikan capaian akademik maupun kendala yang dihadapi selama menjalani pendidikan.

“Setiap beberapa semester per-term itu kita ada pelaporan perkembangan studi. Di situ kita menyampaikan terkait perkembangan studi kita sejauh mana, kemudian bagaimana terkait dari laporan studi kita, dan juga di laporan tersebut juga disampaikan kalau misalnya ada kendala, tentunya dari pihak LPDP juga akan membantu kita, kendalanya seperti apa dan akan sama-sama dicarikan solusi,” ungkap Anni.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun integritas para awardee agar mampu mempertanggungjawabkan kesempatan pendidikan yang telah diberikan.

Selain menyelesaikan studi, Anni berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan Magister Ilmu Biomedik Universitas Hasanuddin dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuannya.

Baginya, dukungan LPDP bukan hanya menjadi fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan dan berperan lebih besar di masyarakat. “LPDP kontribusi untuk negeri, diri untuk negeri,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan tinggi, untuk memanfaatkan kesempatan melalui program beasiswa LPDP.

Menurutnya, program tersebut terbuka bagi warga negara Indonesia yang memiliki semangat untuk mengembangkan diri dan memberikan kontribusi lebih lanjut bagi bangsa.

“Untuk teman-teman yang ingin lanjut studi S-2, S-3, doktoral, ataupun studi dokter spesialis, sangat boleh untuk mendaftar beasiswa LPDP, karena beasiswa ini terbuka untuk warga negara Indonesia, khususnya bagi teman-teman yang ingin melakukan kontribusi yang lebih lanjut,” kata Anni.

Menutup pesannya, Anni mengingatkan calon mahasiswa agar tetap memiliki semangat dalam mengejar pendidikan tinggi dan tidak ragu mengambil kesempatan yang tersedia.

“Tetap semangat, karena satu hal bahwasanya semua yang tertakar tidak akan tertukar. Mari raih pendidikan tinggimu dan menjadi pribadi yang lebih baik, kontribusi untuk negeri,” tuturnya.

Perjalanan Anni Atiqah Mahdiyyah sebagai awardee LPDP menunjukkan bahwa beasiswa pendidikan bukan hanya memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga membangun tanggung jawab bagi penerimanya untuk kembali memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Melalui pendidikan, pengembangan keilmuan, dan komitmen untuk berbagi manfaat, para lulusan diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang memperkuat pembangunan bangsa.

(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)