PRAHA, UNHAS.TV – Arsenal menjaga peluang finis di delapan besar klasemen Liga Champions setelah mengalahkan Slavia Praha, Kamis (5/11/2026) dini hari.
Noni Madueke dan Viktor Gyokeres menjadi penentu kemenangan The Gunners dalam pertandingan yang berlangsung di markas Slavia, Praha. Arsenal unggul dua gol sebelum tuan rumah memperkecil ketertinggalan menjelang pertandingan berakhir.
Madueke membuka keunggulan Arsenal pada menit kesembilan. Adapun Gyokeres menggandakan skor pada menit ke-38. Gol balasan Wiktor Nowak pada penghujung pertandingan membuat Arsenal harus melewati beberapa menit terakhir dengan tekanan dari tuan rumah.
Kemenangan ini memperpanjang momentum positif Arsenal di kompetisi Eropa. Pelatih Mikel Arteta juga mendapat jawaban atas keputusannya melakukan rotasi pemain setelah timnya mengalahkan Liverpool dengan skor 1-0 pada akhir pekan sebelumnya.
Sorotan utama tertuju kepada Madueke. Pemain sayap tersebut tampil menonjol setelah tidak masuk dalam daftar pemain tim nasional Inggris yang dipanggil pelatih Thomas Tuchel pada September lalu.
Penampilannya dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan peningkatan, terutama setelah Bukayo Saka mengalami cedera.
Gol ke gawang Slavia menjadi bukti kontribusi Madueke ketika Arsenal kehilangan salah satu pemain andalannya. Sebelumnya, ia juga mencetak gol kemenangan saat Arsenal menghadapi Nottingham Forest pada bulan lalu.
Cedera Saka menjadi kekhawatiran bagi Arteta setelah pemain tersebut mengalami masalah pada otot paha depan dalam pertandingan imbang 2-2 melawan Bayern Muenchen dua pekan sebelumnya.
Absennya Saka membuat Arsenal membutuhkan pemain yang mampu mengisi peran di sektor sayap kanan.
Madueke menjawab kebutuhan tersebut. Kecepatan, keberanian melakukan penetrasi, dan ketenangannya dalam menyelesaikan peluang memberikan dimensi berbeda bagi serangan Arsenal. Penampilan itu juga memperbesar peluangnya kembali mendapat panggilan tim nasional Inggris.
Tuchel dijadwalkan mengumumkan skuad Inggris pada Jumat. Tim nasional tersebut akan menghadapi Kroasia dan Spanyol dalam pertandingan UEFA Nations League. Kedua lawan itu diperkirakan memberikan ujian lebih berat dibandingkan Slavia Praha.
Arsenal sendiri datang ke Praha dengan modal pertemuan sebelumnya. Tepat setahun lalu, mereka mengalahkan Slavia dengan skor 3-0.
Sejak saat itu, catatan tanpa kemenangan Slavia di Liga Champions terus memanjang hingga 22 pertandingan. Kemenangan terakhir klub Republik Ceko tersebut di kompetisi ini terjadi pada 2007.
Rotasi Arteta dan Dominasi Lini Tengah Arsenal
Arteta melakukan enam perubahan dalam susunan pemain dibandingkan pertandingan melawan Liverpool. Namun, ia tetap mempertahankan sejumlah pemain penting, termasuk Declan Rice, Ezri Konsa, dan Gabriel Magalhaes.
Konsa dan Gabriel mengisi posisi bek tengah. Keputusan tersebut membuat William Saliba harus menunggu kesempatan kembali bermain setelah mengalami cedera punggung. Saliba untuk pertama kalinya musim ini berada di bangku cadangan setelah menjalani proses pemulihan.
Max Dowman juga menjadi perhatian sebelum pertandingan. Pemain muda Arsenal itu sebelumnya diperkirakan berpeluang tampil karena sedang menjalani hukuman larangan bermain dalam kompetisi domestik. Namun, Arteta kembali menempatkannya di bangku cadangan.
Dowman memiliki catatan khusus di stadion tersebut. Musim lalu, ia mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang tampil dalam sejarah Liga Champions ketika masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Slavia.
Di kubu tuan rumah, kualitas skuad tidak sebanding dengan Arsenal. Kiper berusia 19 tahun, Nazar Domchak, menjalani debutnya di Liga Champions. Slavia juga kehilangan penyerang Tomas Chory yang tidak masuk dalam daftar pemain.
Chory merupakan pencetak gol terbanyak klub dalam dua musim terakhir. Namun, manajemen Slavia menjatuhkan sanksi kepadanya hingga waktu yang belum ditentukan setelah ia mengumpat wasit ketika menerima kartu merah dalam pertandingan pada bulan sebelumnya.
Meski kehilangan sejumlah pemain, pendukung Slavia tetap memberikan dukungan penuh. Mereka menyambut pertandingan dengan nyanyian dari kelompok paduan suara di pinggir lapangan dan pertunjukan kembang api di bagian atap stadion.
Atmosfer tersebut tidak cukup mengganggu konsentrasi Arsenal. Sejak awal pertandingan, tim tamu langsung mengambil kendali permainan melalui penguasaan bola dan koordinasi lini tengah.
Rice, Martin Zubimendi, dan Mikel Merino bergantian mengatur posisi. Pergerakan ketiganya membuat Slavia kesulitan merebut bola sekaligus membangun serangan. Arsenal mampu mengendalikan tempo dan memaksa tuan rumah lebih banyak bertahan.
Namun, gol pertama justru lahir melalui serangan langsung. Kiper David Raya mengirimkan umpan panjang kepada Gyokeres yang berada di sekitar garis tengah lapangan.
Penyerang asal Swedia itu mengontrol bola menggunakan dada sebelum mengirimkan umpan kepada Madueke yang berlari dari sisi kanan.
Madueke mendapatkan ruang cukup luas untuk bergerak menuju kotak penalti. Ia kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan tenang dan membawa Arsenal unggul 1-0.
Keunggulan itu membuat Arsenal semakin percaya diri. Eberechi Eze menjadi ancaman dari sisi kiri melalui pergerakan ke tengah dan kemampuannya melewati pemain bertahan. Namun, sektor kanan tetap menjadi jalur serangan paling berbahaya bagi tim tamu.
Buang Dua Peluang Emas
Merino sempat memperoleh dua peluang bagus melalui umpan silang ke dalam kotak penalti. Sayangnya, kedua kesempatan tersebut belum menghasilkan gol.
Merino akhirnya menebus kegagalannya menjelang turun minum. Ia mengirimkan umpan kepada Gyokeres yang berhasil mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan penyelesaian akurat. Gol pada menit ke-38 itu mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Bagi Gyokeres, gol tersebut memperpanjang kontribusi positifnya. Setelah sempat mengalami kesulitan pada awal musim, ia kini mencatatkan dua gol dan tiga assist dalam lima pertandingan terakhir.
Rice menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam dominasi Arsenal pada babak pertama. Sebagai kapten tim dalam pertandingan tersebut, ia mengatur permainan sekaligus menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan.
Memasuki babak kedua, Slavia mulai menunjukkan perlawanan. Oskar Kubiak memperoleh peluang melalui tembakan yang memaksa Raya melakukan penyelamatan. Tuan rumah juga mendapatkan tendangan bebas berbahaya, tetapi bola hanya mengenai pagar betis pemain Arsenal.
Perubahan situasi tersebut membuat Arteta terlihat gelisah di pinggir lapangan. Ia tidak ingin para pemainnya kehilangan kendali setelah tampil dominan pada babak pertama.
Arteta kemudian memasukkan Cristhian Mosquera dan Christos Tzolis untuk memberikan tenaga baru. Pergantian itu dilakukan ketika intensitas permainan Arsenal mulai menurun dan Slavia semakin berani menekan.
Tekanan tuan rumah akhirnya menghasilkan gol pada penghujung pertandingan. Nowak berhasil menyambut umpan silang berbahaya dan menyelesaikannya dari jarak dekat.
Gol tersebut memperkecil kedudukan menjadi 2-1 sekaligus membuat Arsenal harus kembali berkonsentrasi menjaga pertahanan.
Namun, Slavia tidak memiliki cukup waktu untuk mengejar ketertinggalan. Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Arsenal dalam persaingan memperebutkan posisi delapan besar Liga Champions. Kemenangan di Praha juga memperlihatkan kedalaman skuad Arteta, terutama ketika sejumlah pemain utama harus absen.
Bagi Madueke, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya di tengah persaingan mendapatkan tempat di tim nasional Inggris.
Sementara itu, Gyokeres kembali membuktikan ketajamannya sebagai ujung tombak Arsenal. Keduanya menjaga langkah The Gunners tetap berada di jalur yang tepat. (*)
8 BESAR - Viktor Gyokeres menggandakan keunggulan sebelum babak pertama usai atas Slavia Praha yang membawa Arsenal berpeluang masuk klasemen 8 besar, Kamis (5/11/2026). (Screenshot The Sun)








