MAKASSAR, UNHAS.TV - Tiga mahasiswa magang internasional asal Filipina mengaku betah menjalani program magang di UPT Layanan Bahasa Universitas Hasanuddin (Unhas).
Mereka menilai pengalaman bekerja di lingkungan kampus Unhas tidak hanya memberi pengetahuan profesional, tetapi juga membuka ruang perjumpaan budaya dan sosial yang berkesan.
Ketiga mahasiswa itu berasal dari Mindanao State University–Iligan Institute of Technology, Filipina. Mereka mengikuti program magang selama 200 jam di UPT Layanan Bahasa Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Senin (6/7/2026).
Selama magang, para mahasiswa terlibat dalam sejumlah aktivitas pendukung layanan bahasa. Mereka beradaptasi dengan ritme kerja unit, mengenal sistem pelayanan akademik, serta berinteraksi dengan staf dan mahasiswa di lingkungan Universitas Hasanuddin.
UPT Layanan Bahasa Unhas merupakan unit pendukung yang berperan dalam penguatan layanan kebahasaan di lingkungan kampus.
Unit ini menjadi ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa magang, terutama dalam memahami tata kelola layanan, komunikasi antarbudaya, dan kebutuhan akademik yang berkaitan dengan bahasa.
Bagi mahasiswa asal Filipina tersebut, pengalaman magang di Makassar menjadi kesempatan untuk melihat langsung suasana kerja di perguruan tinggi Indonesia. Mereka tidak hanya belajar tentang pekerjaan administratif dan layanan akademik, tetapi juga merasakan kehidupan sosial di kampus.
Perbedaan bahasa menjadi salah satu tantangan utama. Dalam beberapa kesempatan, para peserta magang harus menyesuaikan diri dengan penggunaan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari.
Namun, tantangan itu tidak membuat mereka merasa terasing. Sebaliknya, mereka menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian penting dari proses belajar.
Mereka terbantu oleh sikap terbuka staf UPT Layanan Bahasa Unhas. Lingkungan kerja yang ramah membuat para mahasiswa lebih mudah menyesuaikan diri. Interaksi sehari-hari juga membantu mereka memahami budaya lokal, kebiasaan masyarakat Makassar, serta dinamika kehidupan kampus.
Selain mendapatkan pengalaman kerja, para peserta magang juga membangun relasi sosial dengan orang-orang yang mereka temui selama berada di Unhas. Kedekatan itu membuat mereka merasa lebih nyaman menjalani program magang, meskipun berada jauh dari negara asal.
Program magang internasional ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik lintas negara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa asing mendapat ruang untuk belajar langsung di lingkungan perguruan tinggi Indonesia, sementara kampus tuan rumah memperoleh kesempatan memperluas jejaring dan pertukaran budaya.
Kehadiran mahasiswa Filipina di UPT Layanan Bahasa Unhas juga memperlihatkan pentingnya mobilitas internasional dalam dunia pendidikan tinggi.
Pertukaran mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas, tetapi juga pengalaman kerja, komunikasi lintas budaya, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan baru.
Bagi Unhas, program seperti ini dapat menjadi sarana memperkuat atmosfer internasional di kampus. Mahasiswa asing yang mengikuti magang berinteraksi langsung dengan sivitas akademika, sekaligus membawa perspektif baru dalam lingkungan kerja kampus.
Para mahasiswa magang berharap pengalaman selama berada di Unhas dapat menjadi bekal ketika kembali ke Filipina. Mereka membawa cerita tentang kerja sama, keramahan, dan pengalaman belajar yang berbeda dari kampus asal.
Mereka juga menilai Makassar sebagai kota yang memberi kesan kuat. Selain lingkungan kampus yang mendukung, suasana sosial yang hangat membuat mereka lebih mudah merasa diterima.
Program magang 200 jam ini diharapkan menjadi jembatan bagi kerja sama yang lebih luas antara Universitas Hasanuddin dan Mindanao State University–Iligan Institute of Technology. Tak hanya memperkuat hubungan akademik, tapi budaya, dan profesional di kawasan Asia Tenggara.
(Aldrix Vern C Saavedra / Ezra A Calibo / Unhas TV)
Mahasiswa Magang Internasional asal Mindanao State University–Iligan Institute of Technology, Filipina, Anifa P Salamat. (Dok Unhas TV)

-300x170.webp)


-300x200.webp)



