BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja "Pendampingan UMKM dalam Pemanfaatan QRIS sebagai Alat Transaksi Digital dan Pemetaan Lokasi Usaha melalui Google Maps" di Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng.
Penaggung jawab kegiatan, Arief Hidayat, menyatakan bahwa program itu dibuat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, keci, dan menengah di Desa Rappoa.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital, khususnya penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran nontunai serta pemanfaatan Google Maps untuk memperluas jangkauan usaha," kata mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas itu.
Kegiatan itu menyasar pelaku UMKM yang belum menggunakan layanan QRIS dan belum mendaftarkan lokasi usahanya di Google Maps. Melalui pendampingan secara langsung, peserta diberikan sosialisasi mengenai manfaat transaksi digital, cara pendaftaran QRIS, serta langkah-langkah menambahkan lokasi usaha ke Google Maps.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik penggunaan QRIS, serta pendampingan dalam proses pemetaan lokasi usaha. "Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan sekaligus memperluas akses pemasaran," ujarnya.
Program itu menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi perkembangan ekonomi desa. Di tengah pesatnya transformasi digital, pemanfaatan teknologi seperti QRIS dan Google Maps tidak lagi menjadi kebutuhan di masa depan, melainkan sebuah langkah penting yang harus diterapkan sejak sekarang.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga turut membuka peluang bagi UMKM Desa Rappoa untuk berkembang, dikenal lebih luas, dan mampu bersaing di era digital.(*)
KKN - Arief Hidayat (tengah), penanggung jawab program pendamoingan UMKM di Desa Rappoa, Kabupaten Bantaeng. Foto: Arief Hidayat






 MMedEd-300x169.webp)

