MAKASSAR, UNHAS.TV - Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin, Prof Firzan Nainu SSi MBiomedSc PhD, masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist World 2025.
Pencapaian itu diraih setelah ia konsisten menjalankan penelitian, membangun kolaborasi internasional, dan menghasilkan publikasi ilmiah yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Firzan mengatakan pengakuan sebagai salah satu ilmuwan berpengaruh di dunia bukan tujuan utama dalam aktivitas akademiknya.
Menurut dia, penghargaan tersebut merupakan dampak dari proses penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan dan diarahkan untuk menjawab persoalan di bidang farmakologi serta toksikologi.
Sejak kembali ke Universitas Hasanuddin seusai menyelesaikan pendidikan doktoral pada 2016, Firzan hampir setiap tahun memperoleh pendanaan penelitian.
Sumber pendanaan itu berasal dari hibah internal universitas, program penelitian nasional, serta kerja sama dengan mitra internasional.
Pendanaan, kata dia, menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga kesinambungan riset. Dukungan tersebut memungkinkan peneliti mengembangkan gagasan, menyediakan kebutuhan laboratorium, serta melibatkan mahasiswa dalam setiap tahapan penelitian.
“Sejak saya kembali ke Unhas tahun 2016, alhamdulillah hampir setiap tahun mendapatkan hibah pendanaan penelitian,” kata Firzan di Universitas Hasanuddin, Senin (27/7/2026).
Guru Besar Fakultas Farmasi Unhas ini mengatakan Universitas Hasanuddin juga memberikan dukungan penuh melalui program Thematic Research Group atau TRG.
Program tersebut berfungsi sebagai pendanaan awal bagi kelompok peneliti untuk mengembangkan topik riset sebelum mengajukan proposal kepada lembaga pendanaan yang lebih besar.
“Dana ini bukan hanya membantu penelitian, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut terlibat dalam riset dan mengembangkan kompetensinya,” ujar Kepala Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Unhas itu.
Meski demikian, Firzan menilai persaingan memperoleh hibah penelitian semakin ketat. Jumlah peneliti terus bertambah, sedangkan anggaran penelitian masih terbatas. Kondisi tersebut menuntut peneliti menyusun proposal yang kuat, relevan, dan memiliki dampak terukur.
Ia mendorong peneliti muda memelihara rasa ingin tahu, memperluas jejaring kolaborasi, dan berani mengembangkan gagasan baru.
Menurut Firzan, penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baginya, pengakuan internasional bukan titik akhir. Prestasi tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang, disiplin akademik, dan ketekunan menjawab berbagai persoalan melalui riset berkualitas.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
Prof Firzan Nainu SSi MBiomedSc PhD - Ketua Unhas Fly Research Group dan Kepala Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Farmasi Unhas. (Dok Unhas TV)








