MAKASSAR, UNHAS.TV - Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menggelar The 3rd International Conference on Nutrition and Public Health (ICNPH 3), di Hotel Unhas & Convention, Makassar, Rabu (8/4/2026).
Forum ilmiah ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas tantangan gizi masyarakat yang kian kompleks di tengah perubahan iklim.
Pembukaan konferensi dilakukan Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil. Ia hadir mewakili Rektor Unhas.
Dalam sambutannya, Adi menegaskan pentingnya kolaborasi riset internasional untuk menjawab krisis kesehatan global yang terus berkembang.
“Universitas Hasanuddin terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan ilmu yang relevan dengan kebutuhan global," ujar Prof Adi Maulana.
"Melalui ICNPH 3 ini, kami berharap lahir kolaborasi strategis dan inovasi sains, seperti di bidang nutrigenomik dan penguatan ketahanan pangan akibat perubahan iklim, yang mampu memberikan solusi nyata terhadap masalah beban ganda malnutrisi di Indonesia maupun dunia,” kata Adi.
Konferensi ini digelar bertepatan dengan Dies Natalis ke-44 FKM Unhas. Momentum itu sekaligus menegaskan posisi ICNPH sebagai forum ilmiah internasional yang kian diperhitungkan.
Sejumlah pembicara kunci dan peneliti dari Australia, Inggris, Malaysia, Polandia, Filipina, dan Indonesia hadir untuk berbagi temuan dan pengalaman masing-masing negara.
Berlangsung Dua Hari
Selama dua hari, 8 hingga 9 April 2026, para peserta membahas isu triple burden of malnutrition atau beban ganda malnutrisi yang kini menjadi tantangan banyak negara.
Topik yang dibicarakan meliputi nutrisi pada awal kehidupan, fortifikasi pangan, gizi sekolah, hingga dampak perubahan iklim terhadap sistem pangan global.
Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD, mengatakan konferensi ini tidak berhenti pada diskusi akademik. Menurut dia, hasil pertemuan diharapkan bisa menjadi bahan bagi penyusunan kebijakan publik yang lebih efektif.
“Diskusi lintas negara ini sangat penting untuk melihat bagaimana negara lain sukses menangani isu nutrisi remaja dan stunting, sehingga kita bisa mengadaptasi praktik terbaik tersebut di tanah air,” ujar Prof Sukri.
Selain sesi pleno, ICNPH 3 juga membuka ruang bagi peneliti muda untuk mempresentasikan hasil riset terbaru mereka di hadapan komunitas ilmiah internasional.
Melalui platform dua tahunan ini, Departemen Gizi FKM Unhas berharap dialog global tentang gizi dan kesehatan masyarakat tidak berhenti pada wacana, tetapi melahirkan kerja sama nyata untuk memperbaiki status gizi masyarakat dunia.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)
KONFERENSI - Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil membuka kegiatan The 3rd International Conference on Nutrition and Public Health (ICNPH 3), yang digelar di Hotel Unhas & Convention, Makassar, Rabu (8/4/2026). Konferensi ini digelar Departemen Gizi FKM Unhas yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas tantangan gizi masyarakat yang kian kompleks di tengah perubahan iklim. (Dok Unhas TV)








