Opini

Bentuk Bumi: Sebuah Inspirasi Kehidupan yang Hakiki

Seri Bumi dan Alquran (Hari 26 Ramadhan 1446 H) 

Adi Maulana

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pernahkan Anda bertanya atau mendengar pertanyaan apakah bumi itu bulat atau datar? Yah inilah pertanyaan yang kemudian menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam perbincangan tentang bumi sejak ribuan tahun lalu. 

Perdebatan ini telah berlangsung sejak lama dan melibatkan beberapa komunitas, sehingga masyarakat ilmiah mengenal ada yang disebut dengan kaum bumi bulat dan kaum bumi datar. 

Perdebatan ini didorong oleh adanya misinformasi dan kurangnya literasi ilmiah bagi sebagian orang yang kemudian ketika media sosial hadir, ide ini dipromosikan secara massif. 

Banyaknya orang yang tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip ilmiah dasar dan akses terhadap informasi yang cukup, membuat mereka rentan terhadap klaim yang tidak ilmiah seperti bahwa bumi itu datar. 

Ide tentang bumi datar telah ada sejak peradaban kuno, termasuk sebagian peradaban bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi. Pandangan ini didasarkan pada observasi langsung, di mana cakrawala tampak datar, dan tidak ada bukti yang jelas tentang kelengkungan Bumi. 

Bangsa Mesir kuno membayangkan Bumi sebagai cakram datar yang dikelilingi oleh laut. Mereka meyakini bahwa langit adalah kubah yang menutupi Bumi, dan bintang-bintang melekat padanya. 

Beberapa filsuf Yunani, seperti Thales dari Miletus (624-546 SM) dan Anaximander (610-546 SM), juga meyakini bahwa Bumi berbentuk datar. Namun, beberapa filsuf lainnya, seperti Pythagoras (570-495 SM) dan Aristoteles (384-322 SM), mulai memperkenalkan teori yang berbeda dan menyatakan bahwa Bumi berbentuk bulat walaupun masih mendapatkan banyak tantangan.

Pada awal abad ke-15, di mana bangsa-bangsa Eropa memulai perjalanan dunia mereka dalam rangka melakukan penaklukan, informasi-informasi tentang bumi mulai dikumpulkan. Termasuk melakukan konfirmasi tentang apakah bumi itu datar atau bulat.

>> Baca Selanjutnya