Opini

Bentuk Bumi: Sebuah Inspirasi Kehidupan yang Hakiki

Dalam surat ini terdapat kata dalam Bahasa Arab yaitu Kawwara yang berarti ‘tumpang tindih’ atau ‘membalut’ yaitu seperti cara menggunakan sorban yang dibalutkan di sekitar kepala. Tumpang tindih atau pergantian siang dan malam hanya dapat terjadi jika bumi berbentuk bulat. 

Selain itu, Alquran surah Luqman ayat 29 juga menyatakan dengan jelas bahwa: Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang, memasukkan siang ke dalam malam, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai pada waktu yang ditentukan? (Tidakkah pula engkau memperhatikan bahwa) sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan? 

Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa pergantian siang dan malam terjadi secara bertahap yang hanya bisa disebabkan jika bumi itu berbentuk bulat. Penggabungan siang dan malam di sini berarti bahwa malam perlahan dan berangsur-angsur berubah menjadi siang dan sebaliknya. 

Fenomena ini hanya bisa terjadi jika bumi berbentuk bulat. Jika bumi datar, akan ada perubahan mendadak dari malam ke siang dan dari siang ke malam dan kita tidak akan mengalami waktu senja dan waktu fajar. 

Hasil penelitian modern mengkonfirmasi pernyataan Alquran tentang bentuk bumi yang bulat bukan datar seperti yang diklaim oleh peradaban kuno. Bulatnya bumi memungkinkannya untuk mengorbit matahari dengan sempurna, memastikan musim yang stabil, dan adanya rotasi yang memungkinkan pergantian waktu antara siang dan malam. Bentuk bumi yang cenderung bulat ini sangat sempurna untuk mendukung adanya kehidupan di dalamnya. 

Mengapa mengetahui bentuk bumi itu bulat penting bagi kita? Memahami bahwa Bumi adalah bulat bukan hanya masalah ilmu pengetahuan, namun juga memiliki makna praktis, filosofis, dan spiritual. 

Informasi tentang bentuk bumi akan memberikan pemahaman kita tentang dunia, tempat kita di dalamnya, dan bagaimana kita menjalani kehidupan. Mengetahui bahwa Bumi adalah bola telah memungkinkan penemuan dan inovasi ilmiah utama, termasuk adanya teknologi GPS  dimana satelit GPS mengorbit Bumi yang bulat dan memungkinkan kita untuk menemukan lokasi secara akurat. Bulatnya bumi memungkinkan satelit dan Stasiun Luar Angkasa Internasional di luar angkasa mengorbit secara stabil.  

Monitoring cuaca dan iklim menjadi sangat penting, dan ini hanya bisa dilakukan jika kita memahami bahwa bumi itu bulat. Sumbu miring bumi berarti bagian yang berbeda menerima sinar matahari pada waktu yang berbeda, menciptakan musim. Angin, arus laut, dan zona iklim bergantung pada rotasi dan bentuk Bumi.

Di malam-malam akhir bulan suci ini, saya kembali terkesima, membayangkan bumi yang bulat melakukan tawaf dengan rotasinya. Sama seperti bentuk Bumi yang memberikan harmoni dan keseimbangan pada kehidupan, manusia harus berjuang untuk keseimbangan dalam kehidupan, baik secara spiritual, emosional, dan fisik. 

Rotasi Bumi dan pergantian waktu mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia ini bersifat sementara, dan selanjutnya kita akan terus bergerak menuju tujuan akhir kehidupan akhirat. 

Wallahualam Bishawwab