Mahasiswa
Sulsel

Mahasiswa KKN Unhas di Desa Belo Gelar Seminar Akhir, Bahas Pencapaian Program

SEMINAR AKHIR - Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 memaparkan hasil program kerja dalam seminar akhir di Desa Belo, Soppeng, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan digelar untuk melaporkan pengabdian dan mendorong keberlanjutan inovasi desa. (Dok KKN Unhas)

SOPPENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin (KKN Unhas) Gelombang 116 di Desa Belo, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, menggelar seminar akhir program kerja pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian sekaligus forum untuk memaparkan hasil program kepada pemerintah desa dan masyarakat.

Seminar dihadiri Kepala Desa Belo Wahyu Asharie SIP, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Dalam kegiatan itu, mahasiswa mempresentasikan sejumlah program yang telah dijalankan selama KKN, baik secara individu maupun kelompok.

Program tersebut mencakup penerapan teknologi tepat guna, pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi informasi dan promosi digital. Salah satu program yang diperkenalkan ialah Belo Mekanis, berupa pembuatan mesin pencacah kompos manual.

Mahasiswa juga menjalankan pemetaan dan promosi potensi wisata desa, pengembangan profil serta informasi desa berbasis digital, dan sejumlah kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Koordinator Desa KKN Unhas Gelombang 116, Muhammad Fadel Audy Praja, mengatakan seluruh program tidak dapat berjalan tanpa dukungan pemerintah dan warga Desa Belo.

“Selama pelaksanaan KKN, seluruh program yang kami jalankan tentu tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa dan masyarakat,” kata Fadel.

Ia berharap berbagai program yang telah dirintis tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Menurut dia, program tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan agar memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Kepala Desa Belo Wahyu Asharie mengapresiasi kontribusi mahasiswa selama berada di wilayahnya. Kehadiran mahasiswa, menurut dia, membawa gagasan dan inovasi melalui sejumlah kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan desa.

“Kami mengapresiasi seluruh program yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN. Semoga apa yang telah dibuat dan diberikan selama berada di Desa Belo dapat terus dimanfaatkan,” ujar Wahyu.

Seusai seminar, mahasiswa dan pemerintah desa menggelar ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan warga. Kegiatan itu menjadi bagian dari perpisahan sekaligus penutup rangkaian pengabdian KKN Unhas Gelombang 116 di Desa Belo.

Mahasiswa berharap program yang telah dilaksanakan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan desa, terutama dalam pemanfaatan teknologi sederhana, promosi potensi lokal, serta penguatan informasi digital.

Bagi pemerintah desa, keberlanjutan program menjadi penting agar hasil pengabdian mahasiswa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat diharapkan dapat dikembangkan secara mandiri setelah mahasiswa kembali ke kampus. (*)