MAKASSAR, UNHAS.TV - Salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Desa Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros,
resmi menampilkan wajah baru setelah menerima dan memasang spanduk hasil desain profesional.
Spanduk itu merupakan bagian dari program re-branding UMKM yang diinisiasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (21/1/2026).
Program ini bertujuan memperkuat identitas visual pelaku usaha lokal yang selama ini dinilai kurang menonjol sehingga menyulitkan produk UMKM Desa Allaere bersaing di pasar yang lebih luas.
"Banyak potensi di Desa Allaere, tetapi sering kali tidak terlihat karena tempat usaha belum memiliki identitas visual yang menarik. Karena itu, kami menyerahkan spanduk dengan desain yang lebih segar dan informatif," ujar pelaksana program, Jealcia Sanggalayuk.
Jealsica menyebut, spanduk lama yang sebelumnya tampak kusam atau hanya berupa tulisan sederhana kini digantikan dengan desain grafis modern. Tampilan baru tersebut menonjolkan keunggulan produk dengan kombinasi warna yang lebih berani namun tetap estetis.
Pemilik UMKM penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menilai, desain spanduk baru membuat usahanya terlihat lebih profesional dan mudah dikenali oleh masyarakat.
Jealsice berharap mahasiswa kesadaran pelaku usaha di Desa Allaere terhadap pentingnya citra visual semakin meningkat.
Selain itu, mahasiswa KKN Unhas melaksanakan penyuluhan dan praktik pembuatan sabun cuci piring berbahan alami dengan memanfaatkan jeruk nipis dan daun pandan di rumah salah satu warga Dusun Biringkaloro, Desa Allaere, Maros.
Pelaksana kegiatan, Rifdha Alfinia menjelaskan, kegiatan itu bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, sebagai pilihan produk pembersih rumah tangga yang aman dan ramah lingkungan.
"Jeruk nipis dimanfaatkan karena kandungan asam sitratnya efektif menghilangkan lemak dan bau tidak sedap, sementara daun pandan digunakan sebagai pewangi alami," jelasnya.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami proses pembuatan secara sederhana dan mudah iterapkan di rumah.
Rifdha menyebut sabun buaatan warga bisa dikembangkan tersebut sebagai usaha rumahan dan berharap dapat memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat.
Pada hari yang lain, mahasiswa Unhas melaksanakan program penyediaan pelayanan informasi berbasis digital di tingkat desa.melalui website yang dirancang sebagai media informasi resmi yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.
Melalui website itu, pemerintah desa dapat menyampaikan berbagai informasi penting, mulai dari profil desa, berita kegiatan, pengumuman, hingga potensi desa secara cepat, terbuka, dan efisien.
Penggagas program, Nadya Fitra, menyampaikan website desa diharapkan dapat mempermudah akses informasi bagi masyarakat serta memperluas publikasi potensi Desa Allaere.
"Kami berharap website ini dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus membantu memperkenalkan potensi Desa Allaere kepada khalayak yang lebih luas," ujarnya.
Nadya juga menuturkan, website tersebut dapat menjadi arsip digital desa yang memuat data dan dokumentasi kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan. Dengan sistem digital tersebut, penyimpanan informasi dinilai lebih tertata dan mudah diakses kembali dibandingkan metode konvensional.
Ia menyatakan, website itu akan terus dikembangkan dengan penambahan fitur layanan informasi dan publikasi potensi lokal. "Kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern, partisipatif, dan berbasis teknologi informasi," jelasnya.
Mahasiswa Unhas juga memberikan pendampingan teknis kepada perangkat desa terkait pengelolaan dan pembaruan konten. Pendampingan tersebut bertujuan agar website dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan oleh pihak desa.(*)
Achmad Ghiffary M (UNHAS TV)
MAROS - Mahasiswa KKN Unhas di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.








