Pendidikan

Mahasiswa KKN Unhas Kembangkan Briket Arang Berbahan Sekam Padi

BRIKET - Mahasiswa KKN Unhas mempraktikkan cara pembuatan briket dari bahan sekam di Desa Lajonga, Kabupaten Sidrap.

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 melaksanakan program kerja pembuatan briket arang dari limbah sekam padi di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. 

Kegiatan yang dilaksanakan Wahyuni ini sebagai bentuk sumbangsih nyata mahasiswa mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif yang bernilai guna.

"Sekam padi merupakan limbah hasil penggilingan padi yang jumlahnya sangat melimpah di wilayah pertanian seperti Kelurahan Lajonga," ujar Wahyuni, Kamis (22/1/2026).

Selama ini sekam padi umumnya hanya dibuang atau dibakar secara terbuka sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Melalui program ini, sekam padi diolah menjadi briket arang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu bakar maupun arang konvensional.

Kegiatan pembuatan briket arang diawali proses pengarangan sekam padi menggunakan metode sederhana yang mudah diterapkan masyarakat.

Setelah menjadi arang, sekam dihaluskan, dicampur dengan bahan perekat berupa tepung tapioka, kemudian dicetak dan dikeringkan hingga siap digunakan. 

Seluruh proses tersebut diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan praktik bersama, sehingga warga dapat memahami setiap tahapan pembuatan briket. Wahyuni berharao agar kegiatan ini mampu memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat. 

"Saya ingin menunjukkan bahwa limbah sekam padi yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Selain itu, briket ini juga berpotensi menjadi peluang usaha rumah tangga yang dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat," ujarnya.

Masyarakat Kelurahan Lajonga menyambut baik kegiatan tersebut dan menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap tahapan proses pembuatan briket. Selain dapat mengurangi limbah pertanian, penggunaan briket arang dari sekam padi dinilai lebih hemat dan mudah diperoleh karena bahan bakunya tersedia di sekitar lingkungan.

Melalui program kerja ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Lajonga dapat mengembangkan pemanfaatan limbah sekam padi secara berkelanjutan. 

Kegiatan KKN ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi alternatif di tingkat lokal.(*)

Achmad Ghiffary M (UNHAS TV)