MAKASSAR, UNHAS.TV — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Zero Waste Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memperkenalkan Ecozym Floor, produk turunan eco-enzyme yang digunakan sebagai pembersih lantai, kepada warga RW 010 Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Baruga RW 010 itu diikuti masyarakat setempat. Program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan pemanfaatan eco-enzyme yang telah dibuat warga dari fermentasi sampah organik rumah tangga, tetapi belum digunakan secara optimal.
Penanggung jawab kegiatan, Suci Apriliana Tamrin, mengatakan sebagian warga telah memahami cara membuat eco-enzyme.
Namun, mereka masih memerlukan contoh pemanfaatan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, mahasiswa KKN memperkenalkan Ecozym Floor sebagai salah satu produk turunannya.
Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai kebijakan Pemerintah Kota Makassar tentang pengangkutan sampah yang mulai berlaku pada 1 Agustus. Warga juga diajak memilah sampah ke dalam tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu.
Setelah pemaparan, mahasiswa menjelaskan fungsi Ecozym Floor, manfaatnya untuk kebutuhan rumah tangga, serta tahapan pembuatannya.
Warga kemudian mempraktikkan langsung proses tersebut dengan pendampingan mahasiswa. Diskusi dan tanya jawab dilakukan selama demonstrasi agar peserta memahami cara pengolahan dan penggunaan produk.
Demonstrasi itu sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses fermentasi. Hasil olahan dapat dikembangkan menjadi produk yang dapat digunakan kembali, sehingga warga memperoleh manfaat langsung dari kebiasaan memilah sampah.
Pendekatan praktis tersebut diharapkan membuat edukasi lingkungan lebih mudah diterapkan di setiap rumah secara mandiri dan berkelanjutan.
Suci mengatakan program itu diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil fermentasi sampah organik.
“Saya berharap kegiatan ini menjawab kebingungan masyarakat mengenai pemanfaatan eco-enzyme sekaligus mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan di tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Ketua RT 03 RW 010 Kelurahan Pai, Abd. Khair, menilai kegiatan tersebut menambah pemahaman warga mengenai pengelolaan sampah.
Menurut dia, penyampaian materi secara langsung membuat informasi lebih mudah dipahami dibandingkan sekadar menerima penjelasan melalui media.
“Harapannya, warga semakin memahami pentingnya memilah sampah dan melakukannya secara sadar, bukan karena paksaan,” kata Khair.
Melalui Ecozym Floor, mahasiswa KKN Unhas mendorong warga melihat sampah organik sebagai bahan yang masih dapat diolah.
Produk sederhana itu diharapkan tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membentuk kebiasaan pemilahan dan pemanfaatan sampah secara konsisten. (*)
ECOZYM FLOOR - Mahasiswa KKN Tematik Zero Waste Unhas mendemonstrasikan pembuatan Ecozym Floor kepada warga Kelurahan Pai, Makassar, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan eco-enzyme rumah tangga. (Dok KKN T Unhas)








