Lingkungan
Pendidikan

Kolaborasi Unhas dan Mitra Revitalisasi Tambak Udang untuk Masa Depan Berkelanjutan

Dekan FIKP Unhas, Prof Dr Mahatma Lanuru ST MSc. (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Talkshow bertajuk “Menata Ulang Tambak Udang di Indonesia dari Sulawesi Selatan, Pendekatan Berbasis Ekosistem untuk Tambak yang Lebih Tangguh dan Berkelanjutan” digelar secara hybrid di Hotel Aston Makassar, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang penting dalam mendorong perbaikan tata kelola tambak udang di Indonesia.

Diselenggarakan oleh Yayasan Hutan Biru atau Blue Forests, bersama Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FIKP Unhas), Ikatan Alumni FIKP Unhas, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, acara ini dihadiri oleh ratusan peserta baik secara langsung maupun daring melalui platform Zoom dan YouTube.

Talkshow yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini terbagi dalam dua sesi diskusi. Masing-masing sesi menghadirkan empat narasumber, dengan total delapan pembicara dari berbagai latar belakang, seperti pemerintah, akademisi, peneliti BRIN, praktisi, serta spesialis akuakultur.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pertukaran gagasan dan pengalaman dalam pengelolaan tambak udang, serta upaya mendorong sistem budidaya yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dekan FIKP Unhas, Prof Dr Mahatma Lanuru ST MSc menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai langkah awal untuk menata ulang tambak di Sulawesi Selatan, sehingga dapat lebih produktif dan ramah lingkungan.

Menurutnya, salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas tambak yang pada gilirannya dapat membantu perekonomian masyarakat.

"Saya kira talkshow ini penting sekali karena beberapa tambak di Sulawesi Selatan belum optimal. Dengan adanya acara ini, kita ingin menata kembali tambak agar lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan produktivitasnya meningkat.

"Jika produktivitas meningkat, itu dapat membantu ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Prof. Mahatma juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan revitalisasi tambak udang ini.

Ia berharap Sulawesi Selatan bisa menjadi contoh dalam mengembalikan kejayaan tambak udang yang pernah ada pada era 1980-an dan 1990-an.

Sementara itu, Yusran Nurdin Massa, Environmental Technical Advisor Blue Forests, menambahkan bahwa acara ini merupakan inisiatif bersama antara Blue Forests, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, FIKP Unhas, serta Ikatan Alumni FIKP Unhas.



Yusran Nurdin Massa, Environmental Technical Advisor Blue Forests. (Unhas TV/Venny Septiani)


Yusran menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjawab keresahan terkait penurunan produktivitas tambak di Sulawesi Selatan, yang menjadi tantangan besar bagi sektor perikanan daerah.

"Kita punya 120 ribu hektare tambak di Sulawesi Selatan, namun hampir 45 hingga 50 persen dari tambak ini tidak produktif dan terlantar. Inilah yang menjadi alasan mengapa kegiatan ini sangat penting.

Ini adalah bentuk intensi bersama dan harapan untuk menata ulang tata kelola tambak udang di daerah ini," ungkap Yusran.

Selain sesi panel, kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi terarah melalui breakout room yang membahas berbagai isu strategis, seperti inovasi teknis, produktivitas, hingga tata kelola tambak udang.

Pembahasan ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperbaiki dan memperkuat ketangguhan tambak udang di Sulawesi Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan komunitas, sehingga upaya perbaikan tambak udang yang berkelanjutan dan produktif dapat terwujud.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)