UNHAS.TV — Piala Dunia FIFA bukan hanya panggung bagi negara yang mengejar trofi paling bergengsi dalam sepak bola. Di balik perebutan gelar juara, turnamen itu menyediakan ruang penghormatan bagi pemain, penjaga gawang, pencetak gol, pemain muda, hingga tim sportif.
Penghargaan itu bagian dari sejarah Piala Dunia modern. Ia mencatat bukan sekadar siapa yang menang, melainkan siapa yang memberi pengaruh besar selama turnamen.
Dari Golden Ball untuk pemain terbaik, Golden Boot untuk pencetak gol terbanyak, Golden Glove untuk penjaga gawang terbaik, sampai Fair Play Trophy untuk tim paling sportif, setiap kategori memiliki ukuran tersendiri.
Golden Ball menjadi penghargaan bergengsi di Piala Dunia. Penghargaan ini diberikan kepada pemain dengan dampak paling besar sepanjang turnamen.
Penilaiannya bukan hanya jumlah gol, tetapi juga kontribusi dalam assist, kepemimpinan, konsistensi permainan, dan kemampuan menentukan hasil pertandingan. (*)
Pemenang Golden Ball dipilih oleh perwakilan media dari daftar pendek yang disiapkan oleh FIFA Technical Study Group. Pemain yang berada di posisi berikutnya menerima Silver Ball dan Bronze Ball.
Dalam sepuluh edisi terakhir, daftar pemenang Golden Ball memperlihatkan dominasi nama-nama besar. Lionel Messi menjadi pemenang pada 2022 bersama Argentina dan sebelumnya juga meraih penghargaan yang sama pada 2014.
Nama lain dalam daftar itu yakni Luka Modrić pada 2018, Diego Forlán pada 2010, Zinedine Zidane pada 2006, Oliver Kahn pada 2002, Ronaldo pada 1998, Romário pada 1994, Salvatore Schillaci pada 1990, dan Diego Maradona pada 1986.
Lionel Messi dalam pemenang Golden Ball tercatat sebagai satu-satunya pemain yang dua kali merebut Golden Ball.
Berbeda dengan Golden Ball, Golden Boot lebih kuantitatif. Penghargaan ini diberikan kepada pencetak gol terbanyak selama turnamen. Bila ada dua pemain atau lebih memiliki jumlah gol sama, FIFA menggunakan assist sebagai pembeda pertama.
Jika masih imbang, pemain yang mencapai jumlah gol tersebut dalam menit bermain lebih sedikit akan berada di posisi lebih tinggi. Peringkat kedua dan ketiga masing-masing menerima Silver Boot dan Bronze Boot.
Penghargaan Bolden Glove
Posisi penjaga gawang juga mendapat pengakuan melalui Golden Glove. Penghargaan ini diberikan kepada kiper terbaik turnamen.
Sejak diperkenalkan pada 1994 dengan nama Lev Yashin Award, kategori ini menilai pengaruh penjaga gawang secara menyeluruh, bukan semata-mata jumlah nirbobol.
Performa di fase krusial, penyelamatan penting, ketenangan membaca pertandingan, dan kontribusi terhadap keberhasilan tim menjadi bagian penilaian.
Dalam delapan edisi terakhir, Golden Glove diraih oleh Emiliano Martínez pada 2022, Thibaut Courtois pada 2018, Manuel Neuer pada 2014, Iker Casillas pada 2010, Gianluigi Buffon pada 2006, Oliver Kahn pada 2002, Fabien Barthez pada 1998, dan Michel Preud’homme pada 1994.
Oliver Kahn masih menjadi satu-satunya penjaga gawang yang memenangi Golden Glove dan Golden Ball dalam edisi Piala Dunia yang sama.
FIFA juga memberi ruang bagi pemain muda melalui Young Player Award. Penghargaan ini diberikan kepada pemain terbaik berusia 21 tahun ke bawah.
Walau secara resmi mulai diperkenalkan pada 2006, FIFA juga mengakui secara retrospektif pemain-pemain muda terbaik dari turnamen sebelumnya. Kategori ini kerap dibaca sebagai penanda kemunculan bintang baru sepak bola dunia.
Pada 2022, penghargaan ini jatuh kepada Enzo Fernández dari Argentina yang saat itu berusia 21 tahun. Sebelumnya, Kylian Mbappé memenanginya pada 2018 ketika berusia 19 tahun, disusul Paul Pogba pada 2014, Thomas Müller pada 2010, dan Lukas Podolski pada 2006.
Untuk pengakuan retrospektif, daftar itu memuat Landon Donovan pada 2002, Michael Owen pada 1998, Marc Overmars pada 1994, Robert Prosinečki pada 1990, dan Enzo Scifo pada 1986.
Selain prestasi teknis, FIFA juga memberi perhatian pada perilaku tim melalui Fair Play Trophy. Penghargaan ini diberikan kepada tim dengan catatan disiplin terbaik selama turnamen.
Hanya tim yang mencapai fase gugur yang berhak dipertimbangkan. FIFA menilai kartu kuning, kartu merah, sikap kepada lawan dan perangkat pertandingan, serta perilaku keseluruhan selama kompetisi.
Inggris menjadi penerima Fair Play Trophy pada 2022. Sebelumnya, penghargaan itu diraih Spanyol pada 2018, Kolombia pada 2014, Spanyol pada 2010, Brasil dan Spanyol pada 2006, Belgia pada 2002, Inggris dan Prancis pada 1998, Brasil pada 1994, Inggris pada 1990, dan Brasil pada 1986.
Tropi Player of the Match
Di luar penghargaan akhir turnamen, setiap laga Piala Dunia juga memiliki Player of the Match. Penghargaan ini diberikan kepada pemain yang dinilai paling berpengaruh dalam satu pertandingan.
Meski skalanya lebih kecil dibanding Golden Ball atau Golden Boot, akumulasi penghargaan ini sering menggambarkan konsistensi seorang pemain dalam satu edisi turnamen.
Lionel Messi memimpin daftar terbaru dengan lima penghargaan Player of the Match pada Piala Dunia 2022. Pada 2018, Luka Modrić mengoleksi tiga penghargaan.
Messi juga mencatat empat penghargaan pada 2014, sejajar dengan Wesley Sneijder yang mencatat jumlah sama pada 2010. Andrea Pirlo dan Rivaldo masing-masing mengumpulkan tiga penghargaan pada 2006 dan 2002.
Untuk gol terbaik, FIFA memperkenalkan Goal of the Tournament sejak 2006. Pemenangnya ditentukan melalui pemungutan suara penggemar setelah turnamen selesai.
Kategori ini merayakan gol yang dianggap paling berkesan, baik karena teknik, jarak tembak, kualitas penyelesaian, maupun alur permainan yang melahirkannya.
Richarlison memenanginya pada 2022 lewat gol ke gawang Serbia. Sebelumnya, Benjamin Pavard, James Rodríguez, Diego Forlán, dan Maxi Rodríguez mengisi daftar pemenang.
Ada pula kategori Most Entertaining Team, yang sepenuhnya ditentukan oleh suara publik. Penghargaan ini diberikan kepada tim yang dianggap memainkan sepak bola paling menghibur.
Portugal menjadi pemenang pada tahun 2006, Korea Selatan pada 2002, Prancis pada 1998, dan Brasil pada 1994.
Namun seluruh penghargaan individual dan kategori tambahan tetap berada di bawah bayang-bayang hadiah utama: FIFA World Cup Trophy. Trofi yang dirancang pematung Italia Silvio Gazzaniga dan diperkenalkan pada 1974 itu diberikan kepada negara juara.
Tim pemenang menerima medali emas, runner-up menerima medali perak, dan tim peringkat ketiga memperoleh medali perunggu. (*)
Deretan Penghargaan di Pentas Piala Dunia, dari Golden Ball hingga Trofi Fair Play. (Screenshot Mykhel.com)








