Lingkungan
Makassar

BMKG Imbau Salat Idulfitri Digelar di Masjid, Hujan Masih Berpotensi Saat Pancaroba

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar Ayi Sudrajat. (Unhas TV/Rahmatia Ardi)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Wilayah IV Makassar mengimbau masyarakat tidak menggelar Salat Idulfitri di ruang terbuka.

Imbauan itu disampaikan menyusul masih tingginya potensi hujan di Sulawesi Selatan yang kini berada pada masa pancaroba, peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Peringatan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Posko Lebaran yang dirangkaikan dengan konferensi pers di Kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Jumat (16/3/2026).

Dalam forum itu, BMKG menegaskan kondisi cuaca pada masa transisi cenderung berubah cepat dan sulit diprediksi secara seragam di seluruh wilayah.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar Ayi Sudrajat mengatakan potensi hujan pada hari raya tetap perlu diantisipasi. Menurut dia, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mungkin turun secara tiba-tiba, termasuk saat pelaksanaan Salat Id.

“Karena saat ini masih masa pancaroba atau peralihan, pada hari raya nanti masih berpotensi terjadi hujan. Oleh karena itu kami menganjurkan agar pelaksanaan salat Id sebaiknya dilakukan di dalam ruangan atau di masjid, tidak di luar ruangan, untuk mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan,” kata Ayi.

BMKG menjelaskan, masa pancaroba merupakan periode yang ditandai perubahan cuaca dalam waktu singkat.

Pagi atau siang hari dapat berlangsung cerah, namun pada sore hingga malam muncul hujan dengan intensitas bervariasi. Kondisi ini kerap disertai angin kencang dan pertumbuhan awan hujan yang cepat.

Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya memperhatikan prakiraan cuaca harian, tetapi juga menyiapkan langkah antisipasi dalam aktivitas yang melibatkan banyak orang.

Imbauan itu terutama ditujukan untuk panitia pelaksanaan Salat Id, pengelola tempat ibadah, serta pemerintah daerah yang menyiapkan pengamanan Lebaran.

Selain membahas cuaca saat Idulfitri, konferensi pers tersebut juga menjadi bagian dari sosialisasi prediksi musim kemarau 2026 di Sulawesi Selatan.

BMKG memperkirakan sejumlah wilayah akan mulai memasuki musim kemarau lebih awal pada April mendatang. Salah satu daerah yang diprediksi lebih dulu mengalami peralihan musim adalah Kepulauan Selayar.

Adapun Kota Makassar diperkirakan baru memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Perbedaan waktu awal musim kemarau itu, menurut BMKG, dipengaruhi kondisi geografis dan dinamika atmosfer di masing-masing wilayah.

BMKG juga memperingatkan bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibanding kondisi normal. Situasi tersebut dapat berdampak pada ketersediaan air, sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan di sejumlah daerah.

Atas dasar itu, BMKG meminta pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat memanfaatkan informasi cuaca serta prediksi musim secara dini.

Langkah tersebut dinilai penting agar potensi gangguan akibat perubahan cuaca, baik saat masa pancaroba maupun ketika musim kemarau berlangsung, dapat ditekan sedini mungkin.

(Rahmatia Ardi / Unhas.TV)