Pendidikan

Mahasiswa KKN Unhas Membuat Peta Digital Interaktif di Pangkep

DIGITAL - Mahasiswa KKN Unhas di di Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, membuat peta digital. Foto: mahasiswa KKN Unhas

UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu berupa pembuatan Peta Digital Interaktif di Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kamis (23/7/2026).

Program tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena memanfaatkan teknologi pemetaan digital untuk memperluas akses informasi kewilayahan desa. 

Program ini juga sejalan dengan SDGs poin 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam mendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih partisipatif dan berbasis data. 

Kegiatan ini bertujuan menyediakan informasi spasial desa yang lebih mudah diakses oleh masyarakat, aparat desa, maupun pihak luar yang membutuhkan gambaran wilayah Desa Baring secara menyeluruh.

Program ini dilatarbelakangi kondisi informasi kewilayahan desa yang selama ini masih terbatas pada peta administratif konvensional dan belum tersedia dalam format digital yang interaktif.

Program ini dilaksanakan melalui survei lapangan untuk mengambil titik koordinat lokasi-lokasi penting, pengumpulan data batas wilayah, sebaran fasilitas umum, sarana pendidikan dan kesehatan, potensi wisata, rumah kepala desa, serta titik-titik penting lainnya di Desa Baring. 

Data tersebut kemudian diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan hingga disusun ke dalam tampilan peta digital interaktif berbasis aplikasi pemetaan daring yang dapat diakses melalui komputer maupun ponsel pintar.

Penanggung jawab program kerja, Sambri, menjelaskan bahwa peta ini dirancang agar pengguna dapat menelusuri informasi wilayah desa hanya dengan mengeklik titik-titik lokasi yang tersedia, sehingga memudahkan proses pencarian informasi dibandingkan peta cetak biasa.

"Selama ini informasi kewilayahan Desa Baring hanya tersedia dalam bentuk peta administratif biasa yang sulit diakses secara detail. Melalui peta digital interaktif ini, masyarakat maupun pihak luar bisa langsung mengeklik titik lokasi untuk mengetahui informasi fasilitas umum, potensi wisata, hingga sarana pendidikan dan kesehatan di desa," ujarnya.

Mahasiswa KKN turut berkoordinasi dengan aparat Desa Baring dalam proses pengumpulan data dan penentuan titik-titik lokasi penting yang dimasukkan ke dalam peta. 

Program kerja ini disambut positif oleh aparat desa dan warga sekitar karena dinilai dapat mendukung tertib administrasi serta mempermudah perencanaan pembangunan desa ke depannya.

Sekretaris Desa Baring, Wahyudin, menghargai pelaksanaan program tersebut. "Program peta digital ini sangat bermanfaat bagi kami, karena peta ini bisa jadi acuan dalam penyajian informasi maupun untuk memperkenalkan potensi desa kepada pihak luar," ujar Wahyudin, Sekretaris Desa Baring.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 berharap Peta Digital Interaktif Desa Baring dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa, sehingga mempermudah pengelolaan data kewilayahan sekaligus meningkatkan keterbukaan informasi bagi masyarakat maupun pihak-pihak yang membutuhkan data spasial Desa Baring.(*)