SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan I Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin mulai memetakan persoalan kesehatan warga Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pendataan dilakukan sebagai dasar penyusunan prioritas masalah dan rekomendasi intervensi kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan Seminar Awal di Aula Kantor Kelurahan Bilokka, Senin (6/7/2026). Forum tersebut mempertemukan mahasiswa, pemerintah kecamatan dan kelurahan, petugas puskesmas, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta unsur warga.
Seminar menjadi tahap awal bagi mahasiswa Posko 1 Kelurahan Bilokka sebelum turun melakukan observasi dan wawancara dari rumah ke rumah. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih terukur.
Koordinator Posko 1 Kelurahan Bilokka, Andi Adharyansa, mengatakan seminar diperlukan untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak mengenai tujuan, metode, dan tahapan pelaksanaan PBL.
“Seminar awal ini menjadi titik tolak penting dalam menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk kegiatan lapangan nantinya,” kata Andi Adharyansa.
Menurut dia, mahasiswa membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah setempat agar proses pendataan berjalan lancar. Kegiatan lapangan, kata dia, tidak selalu mudah karena mahasiswa akan berhadapan dengan kondisi sosial, kebiasaan, dan karakter masyarakat yang beragam.
Namun, ia optimistis kegiatan tersebut dapat menghasilkan manfaat jika ditopang komunikasi, kerja sama, serta pendampingan dari dosen pembimbing dan pemangku kepentingan setempat.
Dalam pelaksanaan PBL I, mahasiswa akan menghimpun data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi serta wawancara terhadap rumah tangga dan individu. Adapun data sekunder berasal dari pemerintah kelurahan, puskesmas, dan sumber administratif lain yang relevan.
Proses wawancara menggunakan aplikasi KoboCollect. Aplikasi tersebut digunakan untuk mencatat dan mengelola jawaban responden secara digital agar data lebih mudah dihimpun, diperiksa, dan dianalisis.
Hasil pengumpulan data akan digunakan untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan masyarakat, menentukan masalah yang paling mendesak, dan menyusun rekomendasi program. Intervensi lanjutan direncanakan pada tahapan PBL berikutnya.
Kepala UPTD Puskesmas Bilokka, Nurdin Laton, meminta masyarakat menerima mahasiswa yang akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah. Ia mengatakan keterbukaan warga penting karena hasil analisis akan menjadi dasar penyusunan program kesehatan di Kelurahan Bilokka.

PELAKSANAAN PBL - Mahasiswa PBL I FKM Unhas Posko 1 Kelurahan Bilokka memaparkan rencana pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan pada Seminar Awal di Aula Kantor Kelurahan Bilokka, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 17. (Dok PBL FKM Unhas)
“Saya berharap bapak dan ibu bisa menerima dengan baik mahasiswa PBL I FKM Unhas yang akan datang mendata dari rumah ke rumah,” ujar Nurdin.
Menurut dia, data warga yang terkumpul akan dijadikan acuan dalam merancang intervensi pada PBL III. Karena itu, informasi yang disampaikan masyarakat harus sesuai dengan kondisi sebenarnya agar program yang dirancang tidak meleset dari kebutuhan lapangan.
Sekretaris Camat Panca Lautang, Hj Gumiati Laosi, menyambut kehadiran mahasiswa Unhas. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Kami sangat senang ketika ada mahasiswa Unhas yang datang untuk berbaur ke masyarakat,” katanya.
Dukung Penuh Program PBL
Lurah Bilokka, Hasnawati Toaha, menyatakan pemerintah kelurahan siap mendukung seluruh rangkaian PBL. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kewajiban akademik, tetapi menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi warga.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Hasnawati.
Seminar turut dihadiri Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Ahmad Yani, kepala lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader Posyandu, dan unsur warga lainnya. Kehadiran berbagai pihak itu menjadi bagian dari upaya membangun pendataan secara partisipatif.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui PBL, mahasiswa tidak hanya belajar mengolah data kesehatan, tetapi juga memahami cara membangun komunikasi dengan masyarakat. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, puskesmas, dan warga diharapkan menghasilkan gambaran masalah kesehatan yang lebih akurat.
FKM Unhas menempatkan PBL sebagai pembelajaran berbasis masyarakat. Mahasiswa dilatih mengidentifikasi masalah, menetapkan prioritas, serta menyusun rekomendasi intervensi berdasarkan bukti dan kondisi lapangan.
Hasil pemetaan di Bilokka selanjutnya akan menjadi pijakan bagi penyusunan program kesehatan yang lebih tepat sasaran, realistis, dan sesuai kebutuhan masyarakat. (*)
PELAKSANAAN PBL - Mahasiswa PBL I FKM Unhas Posko 1 Kelurahan Bilokka memaparkan rencana pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan pada Seminar Awal di Aula Kantor Kelurahan Bilokka, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 17. (Dok PBL FKM Unhas)

 Ramadhan SSos MAdm SDA-300x169.webp)





