LONDON, UNHAS.TV - Peluit panjang baru saja memecah malam di Stamford Bridge, Selasa, 30 Desember 2025. Skor 2-2 melawan Bournemouth membuat Chelsea kembali kehilangan poin—dan kesabaran publiknya menipis.
Ketika tribun masih bergemuruh, Enzo Maresca justru memilih keluar dari panggung dengan cara yang tak lazim. Ia berganti pakaian cepat-cepat, lalu meninggalkan stadion tanpa sepatah kata termasuk kepada para pemainnya.
Seharusnya, rutinitas pelatih setelah pertandingan adalah agenda wajib di sepak bola modern, yakni menenangkan ruang ganti, lalu berdiri di depan mikrofon untuk menjelaskan apa yang terjadi dalam 90 menit pertandingan.
Tapi Maresca tak muncul di ruang konferensi pers. Asisten pelatih Willy Caballero yang mewakili, menyampaikan bahwa sang pelatih “terlalu sakit” untuk bicara.
Belakangan, alasan sakit itu disebut hanya tirai. Sejumlah laporan menyatakan Maresca tidak benar-benar dalam kondisi tak mampu, dan absennya dari konferensi pers lebih menyerupai keputusan untuk menutup pintu sebelum ada pertanyaan yang memaksa ia menjawab.
Bisa jadi, itulah sikap mantan pemain Juventus itu atas perlakukan manajemen Chelsea dan fans The Blues yang dikenal tidak sabaran.
Dikutip dari The Sun, di ruang ganti, para pemain pun tidak segera mendapat penjelasan. Mereka baru menangkap ada sesuatu yang janggal ketika sesi pemulihan pada Rabu (31/12/2025) dibatalkan.
Tambahan bonus hari libur yang terasa ganjil pada pekan persiapan padat. Chelsea akan menantang Manchester City di akhir pekan. Narasi yang beredar: Maresca sudah memutuskan akan pergi dari klub dan memilih pergi tanpa seremoni.
Perpisahan itu bergerak cepat. Pada malam Tahun Baru, agen Maresca, Jorge Mendes, dikabarkan bertemu petinggi Chelsea. Keesokan paginya—1 Januari 2026—klub mengumumkan perpisahan secara resmi.
Dalam pernyataan klub, Chelsea menuliskan kalimat yang terdengar rapi dan dingin, khas korporasi olahraga: Maresca dan klub “berpisah jalan”.
Mereka juga menegaskan dua trofi yang menempel pada periode Maresca—UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup—sebagai bagian dari sejarah yang tetap dihargai.
Bahasa sederhana, tetap dihargai, merujuk akan dipenuhinya hak-hak yang melekat pada Maresca sebagai pelatih. Termasuk pemenuhan hak akan kontrak sebagai pelatih.
Namun, kalimat kuncinya ada di bagian berikutnya yaitu dengan target penting yang masih dikejar di empat kompetisi, “perubahan” dinilai memberi peluang terbaik untuk membuat musim kembali ke relnya.
Calum McFarlane Sebagai Caretaker
Sejumlah laporan media Inggris menyebut hubungan Maresca dengan internal klub sudah retak jauh sebelum drama Bournemouth. Seperti hasil yang tak stabil, komunikasi publik yang memantik kontroversi, hingga gesekan dengan tim medis.
Jika benar, keputusan “meninggalkan ruang ganti tanpa suara” hanyalah adegan terakhir dari film yang sudah lama menuju kredit penutup seperti ditulis Sky Sports.
Chelsea tidak menunggu lama untuk menambal lubang. Pelatih U-21, Calum McFarlane, ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk laga Premier League melawan Manchester City pada Minggu, 4 Januari 2026.
Di depan wartawan, McFarlane menyebut 24 jam terakhir sebagai “gila” dan “seperti puting beliung”, tapi ia menegaskan fokusnya sederhana: menyiapkan tim menghadapi City.
Tugas itu bukan pekerjaan ringan. City sedang dalam performa bagus dan berada di papan atas (posisi kedua klasemen), sementara Chelsea berada di posisi lima dan terpaut 11 poin dari City.
Menurut laporan Reuters, McFarlane mengatakan para pemain menunjukkan energi positif; Reece James disebut membantu menjaga ruang ganti tetap solid.
Dalam sepak bola yang serba cepat, cara seseorang pergi kadang lebih diingat daripada alasan ia datang.
Maresca pergi dari Stamford Bridge seperti seseorang yang mematikan lampu ruangan, singkat, sunyi, dan meninggalkan orang-orang di dalamnya saling menatap.
Dan Chelsea, klub yang sudah lama akrab dengan siklus “reset” —sejak Era Roman Abramovich-- kembali memulai bab baru, tepat saat kalender berganti.
Satu hal yang disesalkan dari kepergian Enzo Maresca di Chelsea, ia belum terbukti gagal. Chelsea masih berada di peringkat kelima klasemen sementara.
Musim lalu, Maresca mampu membawa The Blues berada di peringkat keempat, zona Liga Champions. Lalu mempersembahkan dua tropi luar biasa, UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup.
Bahkan yang membuat Chelsea disegani adalah saat laga final FIFA Club World Cup dengan menantang Paris Saint-Germain. Maresca mampu membawa pasukan muda Chelsea menekuk tim bertabur bintang PSG dengan skor 3-0.
Padahal saat itu, PSG adalah tim yang tak terkalahkan bersama pelatih bertangan dingin Luis Enrique. Tapi apa mau dikata, Chelsea sudah mengumumkan perpisahan dengan Maresca.
Latar tak lkain adalah konflik internal, antara manajemen klub dan pelatih. Absennya Maresca dari konferensi pers adalah bentuk kekecewaan Maresca.
Kini, tugas manajer bakal diemban McFarlane. Ia harus bicara soal “crazy 24 hours” jelang menghadapi Manchester City. (*)
Enzo Maresca resmi dipecat Chelsea meski sumbang 2 gelar top dunia. (dok the sun)








