MAKASSAR, UNHAS.TV - Sesosok mayat pria ditemukan tergeletak di belakang gedung Teaching Industry, Kamous Unhas, Tamalanrea, Makassar, Selasa (7/4/2026) pagi. Penemuan itu menggegerkan civitas akademika Unhas dan warga sekitar.
Korban diduga telah meninggal dunia sejak tiga hari sebelum ditemukan. Penyebab kematian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun dari penelusuran singkat, korban diketahui bernama Firman. Polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti besi tua, karung obeng, dan pisau dari tempat kejadian perkara.
Mayat pertama kali ditemukan oleh Bahar, petugas kebersihan kampus, yang hendak buang air kecil di belakang gedung tersebut. Ia kemudian melihat sosok tubuh tergeletak di sebuah gedung penyimpanan barang di belakang kantor yang jarang dikunjungi.
"Ah, begini. Lokasi saya di sini mengambil sampah, kebersihan. Terus saya mau kencing, pas lari ke sana, saya kaget lihat. Langsung saya melapor sama atasan. Begitu saja," ujar Bahar kepada Unhas TV. Bahar menyebut melihat mayat tersebut sekitar pukul 7:47 Wita, sesuai dengan catatan laporan yang ia buat.
Kapolsek Tamalanrea Komisaris Polisi Muhammad Yusuf menyampaikan hasil identifikasi awal, korban bernama Firman dengan alamat Panaikang, Makassar. Polisi telah menghubungi pihak keluarga korban untuk datang memastikan identitas korban.
Berdasarkan keterangan tim forensik, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Meski begitu, penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan.
"Setelah kami mendapa laporan, kami langsung menangani bersama dengan Inafis dan Forensik Polda Sulses, serta Postal Makassar. Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel unuk pemeriksaan ulang," kata Kompol Yusuf.
Sehari sebelum penemuan, keluarga korban sempat mendatangi Pos Keamanan Kampus untuk melaporkan anggota keluarganya yang hilang. Polisi juga memastikan bahwa korban bukan mahasiswa maupun staf kampus Unhas melainkan orang luar yang diduga masuk ke wilayah tersebut tanpa diketahui tujuannya.(*)
Zahra Tsabitha Sucheng & Iffa Aisyah Rahman (UNHAS TV)








