Sport

McGinn dan Bailey Bawa Aston Villa ke Perempat Final Liga Europa



PROVOKATOR - Kiper Emiliano Martinez turut membawa Aston Villa ke perempatfinal. Ia mendapat kartu kuning gara-gara menjadi provokator kontra fans OSC Lille. (SS The Sun/Getty)


Saat itu, Martinez sempat memancing reaksi suporter lawan dan menerima kartu kuning dalam adu penalti yang akhirnya dimenangi Villa.

Kini, setelah berperan dalam lahirnya gol McGinn, ia kembali memberi gestur ke arah tribune pendukung tim tamu. Aksi itu mempertegas tensi personal yang belum surut antara sang kiper Argentina dan publik Lille.

Martinez memang lebih dari sekadar provokator dalam laga ini. Ia juga tampil efektif di bawah mistar. Selain menggagalkan tendangan bebas Bentaleb, ia kembali menyelamatkan Villa ketika menepis keluar bola ancaman dari Noah Edjouma.

Saat Lille sempat mencetak gol, upaya itu dianulir karena offside. Di fase ketika Villa membutuhkan ketenangan, Martinez memberi fondasi yang kokoh.

Sebelum gol McGinn, pertandingan tidak menawarkan banyak peluang bersih. Villa mendominasi fase awal, tetapi kesulitan mengonversi penguasaan bola menjadi ancaman langsung.

Hingga setengah jam pertandingan berjalan, keunggulan agregat dari leg pertama belum bertambah. Kedua tim bahkan tak mampu mencatat tembakan tepat sasaran sampai jelang turun minum.

Villa baru benar-benar mengancam pada menit ke-41. Sundulan jarak dekat Amadou Onana memaksa kiper Lille, Berke Ozer, melakukan penyelamatan.

Bola muntah hampir disambar Sancho dari jarak amat dekat, namun bek Nathan Ngoy melakukan sentuhan krusial yang menggagalkan peluang itu. Di pinggir lapangan, frustrasi Emery tampak jelas. Ia tahu satu gol akan meredakan kecemasan timnya.

Setelah McGinn memecah kebuntuan, Villa nyaris menambah gol lewat Sancho, tetapi tembakannya membentur tiang. Lille yang membutuhkan gol untuk membuka asa justru tampak goyah.

Villa kemudian mengunci kemenangan enam menit menjelang bubaran. Ollie Watkins mengirim umpan matang yang diselesaikan Leon Bailey. Gol itu menjadi gol pertama Bailey musim ini dan menutup perlawanan Lille.

Hasil ini membawa Aston Villa ke perempat final untuk berhadapan dengan Bologna, yang lolos setelah menyingkirkan sesama wakil Italia, Roma, dengan agregat 5-4 lewat perpanjangan waktu.

Bagi Emery, perjalanan ini menjaga peluangnya memburu gelar Liga Europa kelima. Namun, kompetisi Eropa bukan satu-satunya sasaran. Villa juga masih bertahan di posisi keempat Liga Primer, meski performa domestik mereka belakangan sempat tersendat.

Emery menegaskan perubahan standar di klub ini. Sepak bola Eropa, kata dia, bukan lagi mimpi, melainkan standar, bahkan hampir jadi sebuah kewajiban. Pernyataan itu kini menemukan pembenarannya di lapangan.

Villa belum selesai. Mereka masih hidup di Eropa dan untuk saat ini, Emery berhasil menjaga dua impian sekaligus tetap menyala. (*)