Sport

Victor Gyökeres Kian Tumpul di Arsenal, Rekor Hanya 8 Sentuhan Jadi Sorotan

Striker Arsenal Victor Gyokeres berebut bola dengan gelandang Liverpool Jeremy Frimpong dalam laga lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Kamis (8/1/2026). (screenshot the sun)

LONDON, UNHAS.TV - Viktor Gyökeres kembali menjadi pusat kritik setelah tampil nyaris tanpa kontribusi saat Arsenal ditahan imbang 0-0 oleh Liverpool di Stadion Emirates, Kamis (8/1/2026) malam.

Hasil imbang tersebut membuat The Gunners gagal memperlebar jarak menjadi delapan poin di puncak klasemen Liga Primer Inggris.

Namun sorotan utama justru tertuju pada performa penyerang asal Swedia itu, yang disebut “tidak menawarkan apa pun” oleh pengamat dan mantan bek Manchester United, Gary Neville.

Dalam laga yang berlangsung datar di London Utara itu, Gyökeres hanya mencatat delapan sentuhan sepanjang 64 menit berada di lapangan—salah satunya bahkan berasal dari sepak mula.

Ketika Mikel Arteta menariknya keluar dan memasukkan Gabriel Jesus, sebagian penonton di Emirates sempat terdengar mencemooh. Banyak pula yang nyaris lupa bahwa penyerang bernomor punggung 14 tersebut masih bermain sebelum diganti.

Padahal, Arsenal menggelontorkan dana besar untuk mendatangkannya. Musim panas lalu, manajemen klub membayar 63,5 juta pound sterling—setara sekitar Rp1,27 triliun dengan kurs Rp20.000 per pound.

Dibeli dengan harga mahal dan dengan keyakinan bahwa Gyökeres adalah sosok penyerang yang mampu membawa Arsenal menuntaskan perburuan gelar Liga Primer. Investasi itu kini mulai dipertanyakan seiring performa yang jauh dari ekspektasi.

Gyökeres tampil anonim di tengah permainan Arsenal yang secara umum cukup fungsional. Kiper Liverpool Alisson Becker relatif jarang diuji, dan dominasi wilayah permainan Arsenal tak berbuah peluang bersih.

Aliran bola ke lini depan memang tidak selalu ideal, tetapi absennya pergerakan dan keterlibatan aktif sang penyerang membuat Arsenal kehilangan titik tumpu di kotak penalti Liverpool. 

Gary Neville, yang bertugas sebagai komentator Sky Sports, melontarkan kritik tajam. “Ini bukan kejutan,” ujar Neville dalam siaran langsung.

“Gyökeres tidak efektif sepanjang malam dan tidak memberikan apa pun. Ada perbedaan antara tidak mendapatkan suplai dan tidak berusaha terlibat dalam permainan. Dia harus berbuat lebih banyak.”

Statistik musim ini memperkuat kritik tersebut. Dari 19 penampilan di Liga Primer, Gyökeres baru mencetak lima gol. Dua di antaranya lahir saat menghadapi Leeds United pada Agustus lalu. Tiga gol lainnya tercipta melawan Nottingham Forest, Burnley, dan Everton.

Di Liga Champions, ia menambahkan dua gol, namun catatan paling mencolok adalah kemandekannya dari permainan terbuka. Gol terakhir Gyökeres dari open play di semua kompetisi tercatat pada 1 November, lebih dari dua bulan lalu.


Pergerakan Victor Gyokeres saat laga Arsenal vs Liverpool. (the sun)


Situasi ini menempatkan Arteta dalam dilema. Gabriel Jesus baru saja kembali dari cedera panjang, sementara Kai Havertz semakin dekat ke kondisi terbaiknya dan siap bersaing memperebutkan tempat di tim utama.

Opsi di lini depan mulai bertambah, tepat ketika Gyökeres mengalami periode paling sulit sejak tiba di Emirates.

Meski demikian, Arteta menepis anggapan bahwa kehadiran pesaing baru akan memengaruhi performa Gyökeres. Menjelang laga melawan Liverpool, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa masalah produktivitas tidak semata soal persaingan internal.

“Saya tidak pikir itu terkait. Kami tidak akan mengubah hasrat Viktor, sikapnya, etos kerjanya, atau keinginannya mencetak gol hanya karena ada pemain lain yang bersaing,” kata Arteta.

Arteta juga menyinggung faktor non-teknis yang kerap memengaruhi penyerang. “Kadang ada elemen keberuntungan dalam mencetak gol, atau energi yang harus berpihak pada Anda. Dan itu akan datang. Hal baiknya, tim tampil sangat baik dan terus memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kegelisahan sebagian pendukung Arsenal. Dengan modal besar yang sudah dikeluarkan, ekspektasi terhadap Gyökeres jelas tidak kecil.

Di tengah persaingan ketat perebutan gelar, setiap laga tanpa gol dari penyerang utama berpotensi menjadi beban psikologis, baik bagi pemain maupun tim.

Laga melawan Liverpool menjadi titik nadir terbaru. Arsenal sejatinya memiliki peluang untuk memperlebar jarak di puncak klasemen, terutama menghadapi lawan yang datang dengan sejumlah pemain kunci absen.

Tetapi kegagalan lini depan memaksimalkan dominasi membuat laga berakhir tanpa gol. Dalam konteks itu, minimnya kontribusi Gyökeres menjadi simbol tumpulnya Arsenal pada malam tersebut.

Musim masih panjang dan Arsenal tetap berada di jalur terdepan menuju gelar. Namun, performa Gyökeres kini berada di bawah sorotan tajam publik dan media Inggris.

Dengan harga setara Rp1,27 triliun, tuntutan terhadapnya tidak sekadar soal kerja keras, melainkan bukti nyata di papan skor.

Jika kebuntuan ini berlanjut, tekanan terhadap Arteta untuk mengubah komposisi lini depan bisa semakin besar—dan waktu bagi Gyökeres untuk membungkam kritik kian menipis. (*)