Sosial

Menandai Lima Tahun ICONS: Dari Refleksi Jejak Langkah ke Arah Baru Riset Gizi Nasional

Keluarga besar Indonesian Centre for Nutrition Studies (ICONS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin berfoto bersama usai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-5 ICONS FKM Unhas di Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Senin (30/12/2025). Momentum ini menandai refleksi perjalanan lima tahun ICONS sekaligus penguatan arah strategis riset dan kajian gizi di Indonesia. Keluarga besar Indonesian Centre for Nutrition Studies (ICONS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin berfoto bersama usai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-5 ICONS FKM Unhas di Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Senin (30/12/2025). Momentum ini menandai refleksi perjalanan lima tahun ICONS sekaligus penguatan arah strategis riset dan kajian gizi di Indonesia.

MAKASSAR, UNHAS.TV- Lima tahun bukan sekadar penanda usia bagi Indonesian Centre for Nutrition Studies (ICONS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Di sebuah ruang pertemuan Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Senin, 30 Desember 2025, lembaga kajian gizi ini menjadikan peringatan Dies Natalis ke-5 sebagai ruang jeda: menoleh ke belakang, sekaligus menatap peta jalan ke depan.

Sejak pagi, suasana pertemuan terasa lebih seperti forum refleksi ketimbang seremoni. ICONS, yang lahir dari kegelisahan akademik atas kompleksitas persoalan gizi di Indonesia, merayakan usianya dengan mengingat kembali perjalanan intelektual yang telah ditempuh, jejaring yang telah dibangun, serta tantangan yang masih menanti.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-5 ICONS, Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhD, membuka rangkaian acara dengan menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar ritual tahunan. “Lima tahun ICONS adalah perjalanan akademik yang perlu direnungkan bersama, sekaligus momentum untuk memperkuat konsolidasi jejaring keilmuan,” ujarnya. Refleksi, bagi ICONS, bukan nostalgia, melainkan fondasi untuk melangkah lebih jauh.

Nada serupa disampaikan Ketua ICONS, Prof. Dr. Abdul Razak Thaha, MSc. Dalam sambutannya, ia mengulas kembali latar belakang pendirian ICONS—sebuah pusat studi yang sejak awal dirancang untuk menjembatani riset gizi berbasis bukti dengan kebutuhan kebijakan publik. Menurutnya, tantangan gizi di Indonesia tidak pernah sederhana, dan karenanya menuntut pendekatan lintas disiplin serta kolaborasi lintas institusi.

Kegiatan Dies Natalis secara resmi dibuka oleh Dekan FKM Unhas yang diwakili Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Alumni, Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi ICONS dalam mendukung tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan riset gizi berbasis bukti ilmiah. ICONS, menurutnya, telah menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem riset kesehatan masyarakat di Unhas.

Agenda kemudian berlanjut pada pemaparan perjalanan ICONS sejak awal berdiri hingga kini. Momen ini ditandai dengan penyerahan buku perjalanan ICONS dari Ketua ICONS kepada pimpinan FKM Unhas—sebuah dokumentasi historis yang merekam dinamika akademik, riset, dan kolaborasi yang telah dijalani selama lima tahun terakhir.

Refleksi tersebut semakin hidup melalui sesi diskusi bertajuk Jejak Langkah ICONS. Peserta diajak menyimak video singkat biografi dan perjalanan ICONS, disusul testimoni dari para mitra kerja yang selama ini terlibat dalam berbagai program dan riset gizi. Di antaranya Prof. dr. Endang L. Achadi, MPH, DrPH, Principal Investigator Riset Implementasi Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) di Indonesia; Otte Santika, Country Representative Vitamin Angels Indonesia; Nike Frans, perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku; Dr. Anang S. Otoluwa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo; serta Prof. Dr. Sri Sumarmi, Ketua UKAKES FKM Universitas Airlangga.

Dalam berbagai testimoni itu, satu benang merah mengemuka: pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk menjawab persoalan gizi yang kian kompleks. Para mitra menilai ICONS telah memainkan peran strategis sebagai penghubung antara riset akademik dan praktik kebijakan di lapangan.

Usai sesi diskusi dan jeda istirahat, kegiatan berlanjut pada diskusi strategis yang membahas arah pengembangan ICONS ke depan. Sejumlah dosen memaparkan rencana penelitian, diikuti pembahasan rencana kerja jangka menengah dan panjang. Pada sesi ini pula dilakukan serah terima kepemimpinan ICONS dari Prof. Dr. Abdul Razak Thaha, MSc kepada Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhD.

Diskusi strategis tersebut turut dihadiri sejumlah akademisi senior, di antaranya Prof. Dr. Ir. Abu Bakar Tawali, Prof. Dr. Meta Mahendratta, Prof. Dr. Ir. Sitti Bulkis, MS, serta Prof. Dr. Ida Leida M., SKM., MKM., MScPH, yang memberikan pandangan dan masukan untuk penguatan peran ICONS ke depan.

Menjelang penutupan, ICONS memberikan penghargaan kepada anggota yang telah memasuki masa purnabakti sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka. Sambutan Ketua Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas sekaligus Ketua ICONS yang baru menandai fase baru kepemimpinan lembaga ini.

Kegiatan Dies Natalis ke-5 ICONS FKM Unhas ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Di balik penutupan seremonial itu, ICONS kembali menegaskan posisinya sebagai bagian dari upaya lebih besar: mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 tentang penghapusan masalah gizi (Zero Hunger) dan Tujuan 3 tentang peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (Good Health and Well-being).

Lima tahun pertama telah dilewati. Bagi ICONS, perjalanan masih panjang—dan tantangan gizi Indonesia menuntut lebih dari sekadar perayaan usia.(*)