Ekonomi
Kuliner

Mopaw, Inovasi Mahasiswa Unhas Padukan Bakpao dan Mochi dalam Satu Produk

MOPAW - Chief Marketing Officer (CMO) Mopaw, Siti Aulia Felinda Wijaya atau Lia, menjelaskan bahwa konsep utama Mopaw terletak pada perpaduan dua jenis kudapan dalam satu produk. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Bakpao yang selama ini dikenal sebagai kudapan bertekstur lembut dikembangkan dengan sentuhan berbeda oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin.

Melalui produk bernama Mopaw (Mochi Meets Bakpao), tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Unhas memadukan bakpao dengan lapisan mochi sekaligus menghadirkan pilihan rasa modern dan khas Nusantara.

Chief Marketing Officer (CMO) Mopaw, Siti Aulia Felinda Wijaya atau Lia, menjelaskan bahwa konsep utama Mopaw terletak pada perpaduan dua jenis kudapan dalam satu produk.

“Mopaw itu Mochi Meets Bakpao. Mochi Meets Bakpao itu bakpao yang dibalut dengan mochi,” jelas Lia.

Ide tersebut berawal dari produk bomboloni berbalut mochi yang kemudian dikembangkan melalui diversifikasi.

Tim memilih bakpao sebagai produk yang cukup familiar di masyarakat, lalu mengombinasikannya dengan karakter tekstur mochi.

“Untuk ide Mopaw itu sendiri, kita inspirasinya dari bomboloni yang dibalut sama mochi. Kita diversifikasi produknya, kita coba buat pakai bakpao sebagai camilan tradisional yang biasa kita makan sehari-hari. Jadi kita coba untuk mengombinasikan bakpao dengan mochi,” ujarnya.



Konsep utama Mopaw terletak pada perpaduan dua jenis kudapan dalam satu produk. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Tidak hanya menggabungkan dua jenis kudapan, Mopaw juga mengembangkan tujuh varian rasa, yakni cokelat, keju, matcha, Biscoff, dadar gulung, pisang ijo, dan ayam kecap.

Dua di antaranya, dadar gulung dan pisang ijo, mengangkat cita rasa yang dekat dengan kuliner Nusantara.

Salah satu yang diperkenalkan Lia adalah varian dadar gulung. Menurutnya, varian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa tradisional dalam konsep produk yang berbeda.

“Ini ada yang rasa dadar gulung. Ini adalah salah satu rasa yang tradisional, jadi dia versi Nusantaranya. Ini ada dadar gulung, ada juga sebenarnya pisang ijo,” katanya.

Pengembangan Mopaw juga telah bergerak dari tahap penciptaan produk menuju perluasan pemasaran. Selain dipasarkan melalui kegiatan Car Free Day (CFD), produk ini telah menjalin kemitraan dengan sejumlah tempat.

Lia menyebut Mopaw tersedia di Khano Coffee, Sugiban Cafe, Urbanite Cafe, Teman Ngopi, dan Kopma Unhas. Produk tersebut juga telah masuk ke Hotel Unhas dan menjadi salah satu pilihan yang disediakan untuk sarapan tamu.

Keikutsertaan Mopaw dalam P2MW menjadi bagian dari pengembangan usaha mahasiswa dari sisi produk maupun pasar. Setelah memperluas titik pemasaran, tim menargetkan pengembangan bisnis ke tahap berikutnya.

Lia mengatakan salah satu target tim adalah membawa Mopaw lolos ke KMI Expo, sekaligus mempersiapkan pengembangan outlet sendiri.

“Semoga Mopaw ini bisa lolos KMI Expo dan bawa pulang medali untuk Universitas Hasanuddin. Kemudian, semoga setelah itu kita bisa cepat-cepat untuk buka outlet,” ujarnya.

Dari pengembangan varian hingga perluasan pemasaran, tim Mopaw kini melanjutkan pengembangan usaha dengan target menuju KMI Expo dan membuka outlet sebagai langkah lanjutan bisnis yang dirintis melalui P2MW.

(Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)