MAKASSAR, UNHAS.TV - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid K.H. Bakri, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan Safari Ramadan Pemkot Makassar itu diikuti jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Makassar.
Safari Ramadan tersebut menjadi agenda rutin pemerintah kota selama bulan suci. Selain mempererat silaturahmi dengan masyarakat, forum itu dimanfaatkan Munafri untuk menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kondisi terkini Kota Makassar.
Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Appi itu menyoroti kondisi cuaca yang masih didominasi hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang. Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Saat ini curah hujan masih relatif sangat tinggi sehingga saya berharap semua bisa mawas diri, menghindari kegiatan atau hal-hal yang bisa berakibat fatal datangnya bencana,” ujar Munafri di hadapan jamaah.
Menurut dia, situasi cuaca ekstrem berpotensi memicu berbagai kejadian yang membahayakan keselamatan warga. Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah kota adalah insiden pohon tumbang di sejumlah titik.
Munafri menjelaskan, banyak pohon di Kota Makassar yang telah berusia tua dan rentan roboh. Kondisi tersebut diperparah oleh ruang tumbuh akar yang semakin terbatas akibat terhimpit konstruksi beton di sekitarnya. Akibatnya, daya cengkeram akar terhadap tanah melemah.
Ia menegaskan, sejumlah kejadian pohon tumbang bukan disebabkan batang yang patah, melainkan akar yang tercabut dari dalam tanah.
“Beberapa kejadian pohon tumbang bukan karena batangnya patah, tetapi karena akarnya tercabut. Artinya, kondisinya memang sudah tidak kuat menopang beban. Ini yang harus kita waspadai bersama,” katanya.
Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, terus melakukan pemantauan terhadap pohon-pohon yang dinilai berisiko.
Namun ia menekankan bahwa kewaspadaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk meminimalkan risiko.
Ia mengimbau warga agar menghindari berteduh atau beraktivitas di sekitar pohon besar saat hujan deras dan angin kencang. Langkah preventif sederhana itu dinilai dapat mengurangi potensi korban jiwa maupun kerugian material.
Safari Ramadan, menurut Munafri, bukan sekadar agenda seremonial. Forum tersebut juga menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah dapat menyampaikan imbauan sekaligus menyerap aspirasi warga.
Momentum Ramadan, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kewaspadaan terhadap potensi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan kota.
“Kita semua memiliki peran dalam menjaga Makassar tetap aman. Mulai dari hal kecil seperti meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem,” ujarnya.
Dengan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil, Pemerintah Kota Makassar meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mengabaikan peringatan dini. Upaya kolektif antara pemerintah dan warga diharapkan mampu menekan risiko bencana selama musim hujan berlangsung.(*)
CUACA EKSTREM - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan Safari Ramadan dengan turut salat Subuh berjamaah di Masjid K.H. Bakri, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (24/2/2026). Pada kesempatan ini Munafri meminta warga Makassar siaga dengan prediksi cuaca ekstrem di Makassar sepekan ke depan. (dok pemkot makassar)







-300x201.webp)
