
BALLON DOR - Statistik Harry Kane di Bundesliga bersama Bayern Munich. Kane menjadi orang Inggris pertama yang memenangkan Ballon d’Or dalam 25 tahun terakhir. (Screenshot The Sun)
Selain Bayern Munich dan tim nasional Inggris, Kane memberikan perhatian khusus kepada Tottenham Hotspur, klub yang membesarkan namanya.
Ia bergabung dengan akademi klub London tersebut ketika berusia 11 tahun dan menjalani sebagian besar fase awal kariernya di sana.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Tottenham Hotspur. Saya tidak akan berada di posisi sekarang tanpa Tottenham,” ujarnya.
Kane mengenang bimbingan para pelatih dan pengalaman yang ia peroleh selama membela klub tersebut. Ia menilai berbagai keberhasilan maupun kesulitan yang dialaminya bersama Tottenham turut membentuk perjalanan hingga akhirnya meraih penghargaan Ballon d’Or.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukung Bayern Munich, tim nasional Inggris, Tottenham Hotspur, serta penggemarnya di berbagai negara.
Dukungan yang diberikan di stadion, dalam kehidupan sehari-hari, dan melalui media sosial, menurutnya, memiliki arti penting.
Kane mengatakan bahwa ia pernah berada di posisi sebagai penggemar yang mengagumi pemain sepak bola. Karena itu, ia memahami arti kehadiran seorang pesepak bola bagi pendukungnya.
Ia menganggap kesempatan membalas dukungan tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab.
Dalam pidatonya, Kane turut menyebut sejumlah pelatih yang berperan dalam perkembangan kariernya.
Nama-nama tersebut mencakup Bradley Allen, Chris Ramsey, Tim Sherwood, Ryan Mason, Kenny Jackett, Russell Slade, Harry Redknapp, Mauricio Pochettino, Jose Mourinho, Antonio Conte, Roy Hodgson, Gareth Southgate, Vincent Kompany, dan Thomas Tuchel.
Menurut Kane, masing-masing pelatih memberikan kontribusi pada tahap berbeda dalam kehidupannya. Ia menilai pengalaman bekerja dengan pelatih-pelatih tersebut membantunya berkembang sebagai pemain maupun individu.
Di luar seremoni, perhatian publik juga tertuju pada penampilan Kane dalam acara penghargaan. Ia mengenakan jam tangan Rolex yang dilaporkan bernilai sekitar £1 juta.
Namun, pesan yang disampaikan setelah kemenangannya lebih menekankan proses panjang di balik pencapaian tersebut.
Melalui media sosial, Kane mengunggah pesan singkat yang berbunyi, “Work hard in silence. Let success be your noise.”
Pesan itu menegaskan pentingnya bekerja keras tanpa banyak publikasi dan membiarkan hasil menjadi bukti pencapaian.
Perayaan di Cirque Le Soir menutup malam penghargaan yang bersejarah bagi Kane. Di tengah sorotan terhadap pesta dan kehidupan di luar lapangan, pidatonya menempatkan keberhasilan individual tersebut dalam konteks yang lebih luas.
Kane menyebut dukungan keluarga, kontribusi rekan setim, bimbingan pelatih, serta perjalanan panjang bersama klub dan tim nasional adalah bagian penting dari perjalanannya. (*)
Pemenang Penghargaan
1. Ballon d'Or Putra | Harry Kane (Bayern München / Inggris)
2. Ballon d'Or Putri | Alexia Putellas (Barcelona / Spanyol)
3. Pemain Muda Terbaik Putra (Kopa Trophy) | Lamine Yamal (Barcelona / Spanyol)
4. Pemain Muda Terbaik Putri | Vicky Lopez (Barcelona / Spanyol)
5. Pelatih Terbaik Putra | Luis de la Fuente (Spanyol)
6. Pelatih Terbaik Putri | Pere Romeu (Barcelona / Spanyol)
7. Kiper Terbaik Putra (Yashin Trophy) | Unai Simón (Athletic Club / Spanyol)
8. Kiper Terbaik Putri | Cata Coll (Barcelona / Spanyol)
9. Socrates Award | Bukayo Saka (Arsenal / Inggris)
10. Klub Terbaik Putra | Paris Saint-Germain
11. Klub Terbaik Putri | Barcelona








