LONDON, UNHAS.TV - Harry Kane merayakan keberhasilannya meraih penghargaan Ballon d’Or dengan menghadiri pesta di Cirque Le Soir, salah satu klub malam eksklusif di kawasan Soho, London, Selasa (27/10/2026) dini hari.
Kapten tim nasional Inggris itu menghabiskan malam bersama keluarga, sahabat, dan sejumlah mantan rekan setimnya setelah dinobatkan sebagai pemain sepak bola terbaik dunia dalam sebuah seremoni di Palladium Theatre.
Penyerang Bayern Munich tersebut tampil membawa trofi Ballon d’Or ketika rombongannya memasuki klub malam. Kane disambut suasana pesta dengan kembang api berbentuk percikan cahaya dari botol sampanye.
Ia kemudian mengangkat gelas kecil berisi minuman sebagai ungkapan apresiasi kepada orang-orang yang hadir menyambut pencapaiannya.
Perayaan itu turut dihadiri istrinya, Kate, serta Charlie, saudara laki-lakinya. Sejumlah mantan rekan Kane ketika memperkuat Tottenham Hotspur, yakni Eric Dier, Ben Davies, dan Matt Doherty, juga terlihat menikmati suasana pesta bersama sang pemain.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier Kane. Ia tercatat sebagai pemain Inggris pertama yang meraih Ballon d’Or sejak Michael Owen memenangkannya pada 2001.
Prestasi itu sekaligus menempatkan Kane dalam daftar pemain Inggris yang berhasil memperoleh penghargaan individual paling bergengsi dalam sepak bola dunia.
Dalam seremoni penghargaan, Kane mengungguli sejumlah pesaing, termasuk Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di London, kota yang memiliki arti tersendiri bagi perjalanan karier Kane, terutama karena ia menghabiskan sebagian besar masa awal karier profesionalnya bersama Tottenham Hotspur.
Sebelum meraih penghargaan tersebut, Kane dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sepak bola Inggris. Ia mengembangkan kariernya bersama Tottenham Hotspur sebelum bergabung dengan Bayern Munich.
Pengalamannya di kedua klub menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional yang mengantarkannya ke panggung penghargaan internasional.
Dalam pidato setelah menerima trofi, Kane mengungkapkan rasa terima kasih kepada penyelenggara, para pemilih, rekan setim, pelatih, serta klub-klub yang membentuk kariernya.
Ia mengaku kesulitan menemukan kata-kata untuk menggambarkan perasaannya, tetapi telah menyiapkan daftar nama orang-orang yang ingin ia sebutkan.
“Pertama-tama, terima kasih kepada France Football, Ballon d’Or, dan acara luar biasa ini. Diselenggarakan di London juga terasa seperti pertanda baik bagi saya,” kata Kane dalam pidatonya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pemain yang masuk nominasi. Menurut Kane, persaingan tahun itu berlangsung ketat karena banyak pemain berkualitas yang turut memperebutkan penghargaan.
Ia menilai pencapaian para nominasi mencerminkan kerja keras dan tekad dalam mengembangkan kemampuan di lapangan.
Kane secara khusus menyebut kontribusi rekan-rekannya di Bayern Munich. Ia mengatakan keberhasilannya tidak terlepas dari persaingan sehat dan dukungan yang diterimanya selama menjalani latihan maupun pertandingan.
Ia juga menyinggung Dayot Upamecano, bek Bayern Munich yang menjadi salah satu rekan latihannya. Persaingan setiap pekan, menurut Kane, mendorongnya untuk terus meningkatkan kualitas permainan.
Kane turut menyampaikan apresiasi kepada Vincent Kompany, pelatih Bayern Munich, yang menurut keterangannya tidak dapat menghadiri acara karena sedang berada di rumah sakit. Ia berharap penghargaan tersebut dapat memberikan semangat kepada Kompany dan seluruh staf klub.
Menurut Kane, kepemimpinan Kompany turut membantunya berkembang, bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi dan pemimpin di dalam tim.
Ia menganggap kesempatan membela Bayern Munich sebagai sebuah kehormatan dan menyatakan kebanggaannya membawa trofi tersebut ke klub Jerman itu.
Dukungan dari tim nasional Inggris juga menjadi bagian penting dalam pidatonya. Kane menyebut Bukayo Saka yang hadir mewakili Inggris dalam acara tersebut.
Ia mengenang perjalanan tim nasional yang, meskipun tidak selalu berjalan sempurna, memiliki banyak momen positif dan ikatan antarpemain yang kuat.
Kane mengatakan kebersamaan yang terbangun selama latihan, pertandingan, dan kegiatan bersama tim menjadi pengalaman berharga.
Sebagai kapten, ia merasa bangga dapat memimpin rekan-rekannya. Ia juga mengapresiasi Thomas Tuchel beserta staf pelatih atas upaya mereka menjaga standar dan mendorong perkembangan tim.
Perjalanan Panjang dan Orang-Orang di Baliknya
>> Baca Selanjutnya
Kane menjadi orang Inggris pertama yang memenangkan Ballon d’Or dalam 25 tahun terakhir. (Screenshot The Sun)







-300x162.webp)
