MADRID, UNHAS.TV - Jose Mourinho kembali memasuki panggung Liga Champions Eropa bersama Real Madrid dengan ujian besar di depan mata.
Pelatih asal Portugal itu akan memimpin klub pemegang rekor 15 gelar Liga Champions tersebut menghadapi Inter Milan, juara Serie A, dalam laga pembuka kompetisi Eropa musim ini di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (8/9/2026) waktu setempat atau Rabu (9/9/2026) dini hari.
Pertemuan ini memiliki muatan sejarah yang kuat bagi Mourinho. Enam belas tahun lalu, pelatih berjuluk The Special One itu meninggalkan Inter Milan setelah membawa klub Italia tersebut meraih kejayaan terbesar dalam sejarah modern mereka.
Mourinho saat itu berada di puncak karier setelah mempersembahkan treble bersejarah: gelar Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.
Pada final Liga Champions 2010 di Bernabeu, Mourinho membawa Inter menaklukkan Bayern Munich dengan skor 2-0.
Kemenangan tersebut mengakhiri penantian panjang Inter selama 45 tahun untuk kembali mengangkat trofi Eropa sekaligus menjadikan mereka klub Italia pertama yang meraih treble dalam satu musim.
Sehari setelah final, Mourinho memberi sinyal bahwa pertandingan tersebut kemungkinan menjadi laga terakhirnya bersama Inter. Tidak lama kemudian, Real Madrid mengumumkan kedatangannya sebagai pelatih baru.
Kini, setelah kembali ke Madrid untuk periode keduanya, Mourinho menghadapi klub yang pernah membesarkan namanya di Eropa. Namun, ia menegaskan bahwa perjalanan kali ini bukan tentang masa lalu.
“Tidak, ini adalah dua periode yang berbeda,” kata Mourinho dalam konferensi pers menjelang pertandingan ketika ditanya apakah ia memiliki tanggung jawab untuk membayar kegagalan sebelumnya di Liga Champions bersama Madrid.
Menurut Mourinho, periode pertamanya bersama Real Madrid harus dilihat sebagai bagian berbeda dalam perjalanan klub. Saat ia datang pada 2010, Madrid sedang berjuang mengembalikan kejayaan di kompetisi Eropa.
“Ketika saya datang pada 2010, kami bahkan belum mampu mencapai perempat final Liga Champions dan sudah lama tidak bermain di semifinal. Sekarang kami telah memenangkan enam Liga Champions dalam waktu sedikit lebih dari satu dekade,” ujarnya.
Meski demikian, laga melawan Inter datang setelah Madrid mengalami pukulan pertama sejak Mourinho kembali menangani klub tersebut.
Madrid kalah 0-1 dari Real Betis dalam pertandingan La Liga pada Jumat lalu, mengakhiri catatan sempurna tiga kemenangan beruntun mereka.
Mourinho menyebut stabilitas menjadi pekerjaan utama yang harus dibangun jika Madrid ingin kembali meraih trofi besar.
“Kami ingin memenangkan setiap pertandingan dan setiap kompetisi. Tetapi untuk mencapai sesuatu yang besar, Anda membutuhkan stabilitas. Stabilitas, struktur, dan organisasi,” katanya.
Mbappe Soroti Perbaikan Madrid
>> Baca Selanjutnya
Kylian Mbappe bakal menghadapi Inter Milan di Liga Champions, Rabu (9/9/2026) dini hari. (Screenshot Al Jazeera)








