
Kylian Mbappe bakal menghadapi Inter Milan di Liga Champions, Rabu (9/9/2026) dini hari. (Screenshot Al Jazeera)
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju kepada Kylian Mbappe yang menjadi salah satu pemain utama dalam proyek baru Mourinho di Madrid.
Penyerang asal Prancis itu mendapat banyak pertanyaan mengenai hubungannya dengan Vinicius Junior serta kondisi ruang ganti Madrid.
Mbappe menilai tidak ada masalah besar dalam internal tim meski Madrid kini memiliki pelatih berbeda dibanding musim sebelumnya.
“Apa maksudnya peningkatan di ruang ganti? Apakah Anda merasa ada sesuatu yang tidak berjalan baik tahun lalu? Tidak. Ini sama seperti tahun lalu. Memang benar kami memiliki pelatih berbeda, tetapi situasinya tetap sama,” kata Mbappe.
Ia mengakui Madrid masih harus memperbaiki efektivitas serangan. Menurutnya, seluruh pemain memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas permainan, termasuk dirinya sendiri.
“Saya bisa mengatakan saya mencetak lebih banyak gol daripada beberapa pemain PSG, tetapi saya harus pintar dan mengakui bahwa saya juga perlu berkembang,” ujar Mbappe.
“Ini perdebatan yang tidak pernah selesai. Kami semua harus berkembang, baik dalam penyelesaian akhir maupun ketika menguasai bola.”
Madrid datang ke laga ini dengan catatan terakhir yang kurang meyakinkan. Dalam pertandingan melawan Real Betis, mereka kesulitan membongkar pertahanan lawan meski menciptakan sejumlah peluang.
Vinicius Junior sempat membentur tiang setelah menerima umpan Arda Guler, sementara Mbappe beberapa kali gagal menembus pertahanan Betis.
Peluang terbesar Madrid datang pada masa tambahan waktu ketika Mbappe mendapat kesempatan melalui tendangan penalti, tetapi eksekusinya berhasil digagalkan kiper Alvaro Valles.
Betis kemudian memastikan kemenangan lewat gol Troy Parrott sembilan menit sebelum pertandingan berakhir. Parrott memanfaatkan bola muntah setelah Thibaut Courtois menggagalkan sundulan Nelson Deossa.
Inter Datang dengan Mental Juara
Sementara itu, Inter Milan datang dengan modal berbeda. Tim asuhan Simone Inzaghi tersebut menunjukkan karakter juara ketika melakukan comeback dramatis melawan Napoli dalam pertandingan Serie A.
Inter sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya menang 3-2 melalui gol penentu Lautaro Martinez pada menit ke-91.
Napoli membuka keunggulan melalui Matteo Politano pada menit ke-50, sebelum Rasmus Hojlund menggandakan skor tiga menit kemudian lewat tembakan melengkung.
Namun, Inter merespons cepat. Martinez mencetak gol pertamanya musim ini setelah menerima umpan Federico Dimarco. Marcus Thuram kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-82 melalui sundulan keras.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Martinez menunjukkan naluri predatornya di kotak penalti. Ia memanfaatkan bola liar dalam situasi kemelut dan memastikan kemenangan dramatis bagi Inter.
Laga Madrid melawan Inter bukan sekadar duel dua klub besar Eropa. Pertandingan ini menjadi pertemuan antara dua identitas sepak bola: Madrid dengan tradisi panjang sebagai raja Liga Champions dan Inter dengan mentalitas juara yang pernah dibangun Mourinho sendiri.
Bagi Mourinho, kemenangan akan menjadi langkah awal membuktikan bahwa periode keduanya di Madrid memiliki cerita baru.
Bagi Inter, pertandingan di Bernabeu menjadi kesempatan menguji apakah mereka mampu menaklukkan panggung terbesar Eropa seperti yang pernah mereka lakukan bersama Mourinho pada 2010. (*)








