HOUSTON, UNHAS.TV - Gelandang Casemiro menjawab kritik dengan cara paling meyakinkan. Ia mencetak gol penting penyama kedudukan saat Brasil mengalahkan Jepang 2-1, Selasa (30/6/2026) pagi.
Gelandang Manchester United itu sempat menjadi sasaran kemarahan pendukung setelah tampil buruk pada babak pertama laga melawan Jepang di Houston Stadium, Texas.
Brasil masuk ruang ganti dalam posisi tertinggal 0-1. Jepang unggul lebih dulu lewat gol Kaishu Sano pada menit ke-29. Sano memanfaatkan celah di lini tengah Brasil sebelum melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dijangkau Alisson Becker.
Pada babak pertama, Casemiro menjadi sorotan. Pemain berusia 34 tahun itu terlihat kesulitan menghadapi tekanan tinggi Jepang.
Beberapa kali ia terlambat mengambil keputusan. Salah satu momen yang paling disorot terjadi ketika ia justru menabrak rekan setimnya, Lucas Paqueta, saat keduanya mengejar bola yang sama.
Komentator ITV, Lee Dixon, memberi penilaian tajam. Ia menyebut Casemiro seperti kehilangan tenaga dan tampak hanya menjadi bayangan dari pemain hebat yang dulu mendominasi lini tengah Real Madrid. Kritik itu segera menggema di media sosial.
Sejumlah pendukung Brasil mendesak pelatih Carlo Ancelotti menarik Casemiro pada jeda pertandingan. Ada yang menyebut kondisinya menyedihkan. Ada pula yang meminta sang gelandang tidak dimainkan pada babak kedua.
Namun Ancelotti mengambil keputusan berbeda. Pelatih asal Italia itu tetap mempertahankan Casemiro di lini tengah. Keputusan tersebut terbukti tepat.
Pada menit ke-56, Casemiro menebus penampilan buruknya. Ia menyambut umpan silang Gabriel Magalhaes dengan sundulan keras ke gawang Jepang. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan membangkitkan Brasil yang sebelumnya tampak buntu.
Selebrasi Casemiro menunjukkan tekanan besar yang ia rasakan. Ia tampak emosional setelah mencetak gol. Ia berteriak histeris, seolah melepas semua beban yang ada di pundaknya.
Bagi mantan gelandang Real Madrid itu, gol tersebut bukan hanya penyama kedudukan, tetapi juga jawaban atas kritik yang datang sepanjang babak pertama.
Brasil kemudian menyelesaikan laga dengan kemenangan 2-1. Gabriel Martinelli menjadi penentu lewat gol pada menit terakhir masa tambahan waktu. Penyerang Arsenal itu memanfaatkan umpan Bruno Guimaraes dan menaklukkan kiper Jepang, Zion Suzuki.
Casemiro pun akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Penghargaan itu menjadi pembalikan nasib yang cepat bagi pemain yang sempat diminta keluar oleh sebagian pendukung.
Laga ini juga datang pada masa penting dalam karier Casemiro. Kontraknya bersama Manchester United berakhir pada Selasa (30/6/2026) --saat ia membawa Brasil ke babak 16 besar.
Sehingga ia meninggalkan Old Trafford dengan status bebas transfer. Pemain Brasil itu dikabarkan akan melanjutkan karier ke Inter Miami dan bergabung dengan Lionel Messi. (*)
BUNGKAM KRITIK - Gelandang Casemiro menebus kesalahannya di babak pertama dengan mencetak gol penyeimbang bagi Brasil di menit-menit awal babak kedua. Gol itu membungkam kritik fans dan membawa Brasil akhirnya mengalahkan Jepang 2-1, Selasa (30/6/2026). (Screenshot The Sun)








