Sport

Cape Verde Lolos ke 32 Besar, Tak Terkalahkan di 3 Laga dan Tantang Argentina di Fase Gugur

LOLOS - Bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi, Cape Verde memastikan tempat mereka di babak 32 besar untuk menghadapi Argentina. (Screenshot The Sun)

HOUSTON, UNHAS.TV - Cape Verde mencatat sejarah besar dalam debutnya di Piala Dunia. Negara kecil di lepas pantai barat Afrika itu memastikan tempat di babak 32 besar setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi di Houston, Sabtu (27/6/2026) pagi.

Hasil tersebut cukup membawa Cape Verde finis di posisi kedua grup dengan tiga poin. Mereka berada di belakang Spanyol, juara dunia 2010, yang pada saat bersamaan mengalahkan Uruguay.

Kekalahan itu membuat Uruguay tersingkir, sementara Cape Verde melanjutkan perjalanan dongengnya ke fase gugur.

Cape Verde, negara berpenduduk sekitar 530 ribu jiwa dan berada di peringkat ke-67 dunia, tidak terkalahkan sepanjang fase grup.

Mereka menahan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi dengan tiga hasil imbang. Catatan itu terasa luar biasa karena turnamen ini menjadi Piala Dunia pertama mereka.

Begitu laga di Houston berakhir, para pemain Cape Verde belum langsung merayakan. Mereka menunggu detik-detik akhir pertandingan Spanyol melawan Uruguay melalui telepon genggam di tengah lapangan. Setelah hasil di laga lain dipastikan, suasana berubah menjadi ledakan kegembiraan.

Para pemain, ofisial, dan suporter Blue Sharks merayakan kelolosan itu dengan emosional. Sejumlah pendukung terlihat menangis di tribune saat menyaksikan tim mereka menciptakan sejarah.

Momen itu makin besar setelah mereka mengetahui lawan berikutnya adalah juara bertahan Argentina, yang diperkuat Lionel Messi.

Cape Verde akan menghadapi Argentina pada Jumat pekan depan di babak 32 besar. Sementara Spanyol akan menghadapi runner-up Grup J, yang masih diperebutkan Aljazair dan Austria.

Mantan penyerang Swedia Zlatan Ibrahimovic, yang menjadi analis Fox Sports, ikut memberi pujian. “Cape Verde. Pulau kecil. Mimpi besar,” kata dia.

Pelatih Cape Verde, Bubista, melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain saat menghadapi Arab Saudi.

Sebagian perubahan terjadi karena kebutuhan taktis dan kondisi pemain. Namun ia tetap mempertahankan Vozinha, kiper berusia 40 tahun yang menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan mereka.



KIPER VOZINHA - Kiper Cape Verde Vozinha telah menjadi viral di turnamen Piala Dunia 2026 ini. Ia mencatatkan dua clean sheet di fase grup. (Screenshot The Sun)


Vozinha sebelumnya tampil gemilang saat Cape Verde menahan Spanyol pada laga pertama. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting dan menjaga timnya tetap hidup. Setelah itu, Cape Verde kembali mencuri perhatian dengan hasil imbang 2-2 melawan Uruguay, juara dunia dua kali.

Melawan Arab Saudi, Cape Verde tampil lebih tenang pada babak pertama. Mereka menghadapi lawan yang masih memiliki peluang lolos, tetapi tidak banyak memberi ancaman berarti. Arab Saudi sebelumnya menahan Uruguay 1-1, lalu kalah telak 0-4 dari Spanyol.

Arab Saudi mendapat pukulan pada menit ke-33 ketika bek berpengalaman Hassan al-Tambakti harus ditandu keluar karena cedera. Beberapa saat kemudian, kabar dari Guadalajara bahwa Spanyol unggul atas Uruguay disambut sorak pendukung Cape Verde di Houston.

Willy Semedo sempat melepaskan tembakan yang melebar tipis dari gawang Arab Saudi. Namun babak pertama berjalan ketat dan minim peluang bersih. Pada fase itu, Cape Verde sudah berada dalam posisi lolos karena Uruguay tertinggal dari Spanyol.

Selepas jeda, Cape Verde memiliki peluang besar melalui Jamiro Monteiro dari jarak dekat. Namun penyelesaiannya terlalu lemah. Kevin Pina juga mencoba lewat tembakan jarak jauh, tetapi bola melesat tipis dari sasaran.

Ketegangan meningkat memasuki 15 menit terakhir. Arab Saudi membutuhkan kemenangan, tetapi serangan mereka tidak cukup kreatif.

Justru Cape Verde tampak lebih dekat mencetak gol. Pada menit ke-75, kiper Mohammed al-Owais harus melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Laros Duarte.

Satu poin akhirnya cukup. Cape Verde menutup fase grup tanpa kekalahan dan membawa mimpi kecil mereka ke panggung besar melawan Argentina. (*)