GLASGOW, UNHAS.TV - Scott McTominay kembali menjadi pusat perhatian sepak bola Skotlandia. Ia turut andil dalam kepastian Skotlandia lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya pada abad ini.
Pada laga penentuan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Hampden Park, gelandang berusia 28 tahun itu nyaris menjadi pahlawan utama dalam kemenangan dramatis Skotlandia atas Denmark dengan skor 4-2, Rabu (19/11/2025) dini hari.
Skotlandia wajib menang di kandang untuk mengunci tiket otomatis. Tekanan besar itu justru membangkitkan performa terbaik McTominay.
Di menit ketiga, mantan gelandang Manchester United tersebut melakukan salah satu gol terbaik dalam kariernya – sebuah overhead kick spektakuler yang membuat Hampden Park bergemuruh.
Umpan silang melengkung dari Ben Gannon-Doak memantul sempurna di depan McTominay. Sang gelandang melompat, menahan posisi tubuhnya di udara, dan mengeksekusi sepakan salto yang melewati jangkauan Kasper Schmeichel.
Bola pun mengarah ke pojok kiri bawah gawang Denmark. Sebuah gol kelas dunia yang segera disejajarkan pendukung Skotlandia dengan momen-momen legendaris sepak bola mereka.
Gol itu menjadi pembuktian lain dari status McTominay sebagai ikon baru Tartan Army. Ia bahkan menjadi pemain Skotlandia pertama yang dinominasikan untuk Ballon d’Or sejak 1987.
Dan malam itu, di bawah sorak puluhan ribu pendukung, pemain yang kini merumput bersama kklub Italia, Napoli itu tampil seperti pemain yang seolah ditakdirkan mengukir sejarah.
Namun Skotlandia harus menghadapi arus balik. Tim tamu merespons lewat Rasmus Hojlund, rekan McTominay di Napoli, yang beberapa kali mengancam gawang Craig Gordon.
Skotlandia kemudian kehilangan Gannon-Doak karena cedera hamstring, membuat serangan mereka berkurang tajam.
Denmark memegang 79 persen penguasaan bola pada babak pertama, tetapi gagal mencetak gol. Skotlandia dipaksa bertahan dalam tekanan panjang hingga jeda.

Statistik pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 saat Skotlandia menekuk Denmark dengan skor 4-2. (screenshot the sun)
Pada babak kedua, drama kian memanas. Hojlund kembali menekan lewat peluang berbahaya sebelum akhirnya mendapatkan penalti setelah Andy Robertson dianggap melanggar Gustav Isaksen. Hojlund menjalankan tugasnya dan menyamakan kedudukan.
Skotlandia kembali hidup setelah Rasmus Kristensen dikartu merah akibat pelanggaran terhadap John McGinn. Kelebihan jumlah pemain langsung dimanfaatkan.
Lewis Shankland memanfaatkan bola sudut Lewis Ferguson dan memenangi duel dengan Schmeichel untuk membawa Skotlandia unggul lagi.
Dorgu Bawa Skor Kembali Imbang
Namun euforia itu tak bertahan lama. Dorgu mencetak gol balasan cepat, memaksa skor kembali imbang dan membuat posisi Skotlandia genting. Hasil imbang tidak cukup. Skuad asuhan Steve Clarke itu berada di ambang kegagalan setelah perjalanan panjang yang penuh rintangan.
McTominay tetap menjadi motor serangan. Ia memimpin tekanan, mengatur ritme, dan memaksa Denmark mundur. Namun, momen penentu tidak datang dari kakinya.
Di menit ke-93, Kieran Tierney — yang masuk sebagai pemain pengganti — melepaskan tembakan jarak jauh yang melengkung sempurna melewati Schmeichel.
Gol itu mengubah seluruh stadion menjadi arena histeria. Tierney, sang bek kiri Celtic, memastikan posisinya dalam sejarah sepak bola Skotlandia.
Masih ada satu kejutan lagi. Kenny McLean, juga masuk dari bangku cadangan, menutup laga lewat gol jarak jauh dari tengah lapangan setelah Denmark meninggalkan gawang mereka terbuka pada serangan balik.
Dengan skor akhir 4-2, Skotlandia memastikan diri kembali ke panggung sepak bola dunia setelah penantian panjang. Para pemain saling berpelukan, pelatih Steve Clarke meneteskan air mata, dan sorakan Tartan Army menggema hingga larut malam.
Meski Tierney mencuri perhatian pada detik-detik terakhir, peran Scott McTominay tidak terbantahkan. Ia membuka jalan, menghidupkan semangat, dan menjadi jangkar tim di tengah tekanan besar.
Banyak analis Inggris dan Skotlandia menyebut bahwa tanpa gol awal McTominay dan kontribusinya sepanjang laga, Skotlandia mungkin tidak pernah memiliki peluang untuk bangkit.
Dalam salah satu malam paling dramatis di Hampden Park, McTominay telah menegaskan dirinya sebagai wajah baru kebangkitan Skotlandia.
Dengan kepercayaan diri tinggi, pengalaman di liga top, dan kemampuan mencetak gol pada saat krusial, perannya akan menjadi vital ketika tim asuhan Steve Clarke melangkah ke Piala Dunia.
Skotlandia kini resmi kembali “di antara para raksasa”. Dan bagi publik Skotlandia, perjalanan panjang itu dimulai dari kaki — atau tepatnya, salto — seorang Scott McTominay. (*)
Scott McTominay tampil menjadi pahlawan Skotlandia lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia 2026, Rabu (19/11/2026). (screenshot the sun)








