Sulsel

Pameran UMKM MTQ Sulsel 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung, Bupati Maros Borong Produk

PAMERAN UMKM - Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam saat hadir mendampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat pembukaan MTQ Sulsel 2026 di Maros, Minggu (12/4/2026). Hari kedua pelaksanaan, panitia MTQ Sulsel menggelar pameran UMKM di Pantai Tak Berombak Maros. (Unhas TV/Muh Nur Alim)

MAROS, UNHAS.TV - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros memasuki hari kedua pada Senin (13/4/2026) malam.

Salah satu rangkaian kegiatan yang paling menyedot perhatian publik berlangsung di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB), Maros, lewat Malam Syiar Islam yang diramaikan pameran usaha mikro, kecil, dan menengah dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Pameran itu menghadirkan beragam produk unggulan daerah. Mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, sampai aneka produk kreatif lainnya. Tenan-tenan yang berjajar di area kegiatan dipadati pengunjung sejak malam hari.

Warga tampak antusias mendatangi stan, melihat-lihat produk, hingga melakukan transaksi langsung dengan pelaku usaha. Suasana itu memperlihatkan bahwa gelaran keagamaan tidak hanya menjadi ruang syiar, tetapi juga panggung promosi ekonomi kerakyatan.

Keramaian pameran juga menarik perhatian Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam. Ia turun langsung mengunjungi sejumlah tenan untuk melihat produk yang dipamerkan sekaligus memberi dukungan kepada para pelaku UMKM.

Dalam kunjungan itu, Bupati tidak sekadar menyapa peserta pameran. Ia juga tampak membeli berbagai produk dari hampir setiap tenan yang dikunjunginya.

Langkah tersebut menjadi simbol dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan usaha masyarakat. Kehadiran Bupati Maros didampingi istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK menambah semangat para pelaku UMKM.

Sejumlah pedagang mengaku senang karena produk mereka tidak hanya dilihat, tetapi juga dibeli dan dipromosikan langsung oleh kepala daerah.

Menurut Chaidir Syam, kegiatan seperti ini diharapkan mampu memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Sulawesi Selatan,” kata alumnus doktor Ilmu Politik Unhas itu.

Pameran UMKM dalam rangkaian MTQ ini sekaligus menjadi ruang temu antara syiar agama dan pemberdayaan ekonomi.

Di tengah padatnya agenda perlombaan dan kegiatan seremonial, ruang bagi pelaku usaha lokal tetap dibuka untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Dukungan terhadap UMKM pun tidak berhenti pada kunjungan dan pembelian produk.

Bupati Maros bahkan terlihat ikut mempromosikan sejumlah produk secara langsung di hadapan para pengunjung. Cara itu dinilai mampu menambah daya tarik pameran sekaligus memperluas perhatian publik terhadap produk-produk lokal.

Pemerintah daerah berharap momentum MTQ XXXIV tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daya saing produk unggulan Sulawesi Selatan.

(Muh Nur Alim / Unhas TV)