Lingkungan
Sosial

Panitia Kurban Masjid Ikhtiar Unhas Pastikan Limbah Tidak Cemari Lingkungan

LINGKUNGAN BERSIH - Panitia Iduladha Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea memastikan limbah penyembelihan hewan kurban tidak mencemari lingkungan sekitar masjid, Rabu (27/5/2026). (Unhas TV/Iffa Aisyah Rahman)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Panitia Iduladha Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea memastikan limbah penyembelihan hewan kurban tidak mencemari lingkungan sekitar masjid.

Pengelolaan limbah disiapkan sejak awal pelaksanaan kurban, mulai dari penampungan darah dan limbah cair hingga penanganan organ hewan yang tidak layak konsumsi.

Di area penyembelihan, panitia menyediakan dua tempat penampungan limbah sementara yang berada dekat lokasi pemotongan hewan kurban.

Penampungan tersebut dibuat menyerupai septic tank untuk menampung aliran darah serta sisa kotoran dari proses penyembelihan.

Dengan sistem tersebut, darah dan limbah cair tidak mengalir ke jalan maupun saluran air di sekitar lokasi. Seluruh limbah diarahkan ke tempat penampungan khusus agar area penyembelihan tetap bersih, tidak menimbulkan bau menyengat, dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.

Ketua Panitia Iduladha Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea, Dr Agus Bintara Birawida SKel MKes mengatakan panitia telah menyiapkan mekanisme khusus untuk menangani limbah kurban. Limbah yang terkumpul akan disedot menggunakan mobil tangki dan dibawa ke tempat pengolahan limbah.

“Limbahnya kita ada di sini. Sudah ada dua tempat pembuangan limbah sementara. Kemudian setelah zuhur nanti ada mobil tangki khusus untuk menarik limbahnya dibuang ke pengolahan limbah. Jadi aman, tidak ada keluhan dari masyarakat karena kita tidak buang ke selokan,” kata Agus.



LINGKUNGAN BERSIH - Panitia Iduladha Masjid Ikhtiar Perdos Unhas Tamalanrea memastikan limbah penyembelihan hewan kurban tidak mencemari lingkungan sekitar masjid, Rabu (27/5/2026). (Unhas TV/Iffa Aisyah Rahman)


Menurut dia, penyedotan limbah dilakukan pada hari yang sama agar tidak menumpuk terlalu lama di area masjid. Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah munculnya bau dari sisa proses penyembelihan.

Selain limbah darah dan limbah cair, panitia juga memberi perhatian pada organ dalam hewan kurban. Tim dokter hewan Unhas melakukan pemeriksaan pascapenyembelihan untuk mendeteksi kemungkinan adanya organ yang terinfeksi penyakit, seperti cacing hati atau kelainan lainnya.

Dosen Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Unhas, drh Rian Hari Suharto MSc, mengatakan organ yang tidak layak konsumsi harus dipisahkan dari daging yang akan dibagikan kepada masyarakat. Bagian tersebut tidak boleh ikut didistribusikan kepada penerima kurban.

“Bagian yang terinfeksi cacing harus diafkir atau dieliminasi, jangan diberikan ke penerima kurban. Organ-organ yang dinilai tidak layak konsumsi itu dikubur atau ditanam, itu penanganan yang paling tepat,” kata Rian.

Penguburan organ yang rusak dinilai sebagai langkah paling aman untuk mencegah penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan.

Cara ini juga menghindari kemungkinan organ terkontaminasi kembali dikonsumsi manusia maupun hewan liar di sekitar lokasi penyembelihan.

Panitia menegaskan pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kurban. Selain memastikan daging layak dibagikan, kegiatan kurban juga harus berlangsung bersih, aman, dan tidak menimbulkan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar.

(Iffa Aisyah Rahman / Andrea Karina / Unhas TV)