Mahasiswa
Sulsel

Parampangi Math Champions, Inovasi KKN Unhas Ubah Matematika Menjadi Permainan Menantang

MATH CHAMPIONS - Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin menggelar Parampangi Math Champions di SD Inpres Parampangi, Bantaeng, Kamis (30/7/2026). Melalui permainan Parampangi Math Champions yang interaktif untuk meningkatkan numerasi serta sportivitas. (Dok KKN Unhas)

BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin menggelar Festival Numerasi Anak bertajuk Parampangi Math Champions di SD Inpres Parampangi, Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai puncak rangkaian pembelajaran numerasi yang memadukan evaluasi kemampuan, pendampingan belajar, dan kompetisi berbasis tantangan.

Program diawali dengan tes awal untuk memetakan kemampuan siswa. Setelah itu, mahasiswa KKN memberikan beberapa sesi pendampingan sebelum menutup rangkaian dengan kompetisi sebagai tes akhir.

Model tersebut dipilih agar perkembangan kemampuan numerasi peserta dapat diamati sekaligus memberi pengalaman belajar yang lebih menarik.

Festival menggunakan konsep challenge-based learning. Seluruh siswa kelas IV hingga VI dibagi ke dalam lima tim.

Mereka bergantian menyelesaikan tantangan matematika pada lima pos permainan untuk mengumpulkan poin. Materi yang diujikan meliputi operasi hitung, geometri, dan penalaran matematika.

Setiap tantangan tidak hanya mengukur ketepatan jawaban. Permainan juga dirancang untuk melatih kerja sama, ketelitian, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kecepatan mengambil keputusan.

Nama tim diambil dari negara-negara peserta Piala Dunia, sehingga suasana kompetisi terasa lebih semarak.

Penanggung jawab program, Nursafitri M. dari Jurusan Matematika, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengubah pandangan siswa bahwa matematika selalu sulit dan menegangkan. Menurut dia, pembelajaran dapat berlangsung di luar kelas melalui permainan yang interaktif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar matematika tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas. Anak-anak dapat belajar sambil bekerja sama, berpikir kritis, menikmati proses pembelajaran, serta menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat dan menjunjung sportivitas,” kata Nursafitri.

Sepanjang festival, para peserta tampak antusias menuntaskan setiap misi. Sorak-sorai, diskusi antarteman, dan upaya mengejar poin membuat suasana belajar berlangsung aktif.

Sejumlah siswa saling membagi tugas ketika menghadapi soal yang membutuhkan perhitungan cepat maupun penalaran.

Kompetisi tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi bagi mahasiswa untuk membandingkan hasil tes awal dan tes akhir.

Hasil kegiatan digunakan sebagai bahan refleksi untuk menilai efektivitas pendampingan serta respons siswa terhadap pembelajaran berbasis permainan secara lebih terukur dan menyenangkan.

Mahasiswa KKN Unhas berharap Parampangi Math Champions dapat menjadi contoh pembelajaran numerasi yang kreatif dan mudah diterapkan.

Melalui kegiatan ini, matematika tidak hanya diposisikan sebagai pelajaran di ruang kelas, tetapi juga sebagai sarana membentuk karakter, kerja sama, sportivitas, dan keberanian menghadapi tantangan. (*)