MAKASSAR, UNHAS.TV - Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) meneken nota kesepahaman dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur di Ruang Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Kamis (6/8/2026).
Kerja sama itu diarahkan untuk memperluas pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut membuka akses pendidikan pascasarjana bagi tenaga kesehatan di Kalimantan Timur, yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan pilihan program magister di bidang kesehatan.
Kedua institusi juga akan mengembangkan jejaring akademik, meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, serta menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung pada Kamis pagi dan menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Melalui skema ini, kedua lembaga ingin menghubungkan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dengan dukungan program studi, tenaga ahli, fasilitas akademik, serta pengalaman riset yang tersedia di Unhas secara lebih terarah.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD (L) mengatakan kemitraan dengan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur bukan hubungan yang benar-benar baru.
Menurut dia, kerja sama sebelumnya telah terbangun melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas dan kini diperluas melalui Sekolah Pascasarjana.
“Melalui Sekolah Pascasarjana, ada banyak peluang yang dapat dikembangkan, khususnya pada Program Magister Kebidanan, Magister Biomedik, dan Magister Teknik Biomedik untuk mendukung pengembangan SDM,” kata Prof Sukri.
Ia mengatakan kerja sama tidak akan dibatasi pada rumpun kesehatan. Sekolah Pascasarjana Unhas juga menawarkan peluang kolaborasi pada program Studi Pembangunan, Lingkungan Hidup, Manajemen Perkotaan, Perencanaan Wilayah, dan Transportasi.
Bidang-bidang yang dinaungi Sekolah Pascasarjana Unhas itu dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan Kalimantan Timur yang terus berkembang.
Menurut Sukri, kemitraan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan riset terapan, program pengabdian masyarakat, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti.
Ia berharap hubungan kedua institusi tumbuh menjadi kemitraan strategis yang melibatkan lebih banyak program studi dan pemangku kepentingan daerah.
Pengingkatan Kualifikasi Kesehatan
Direktur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, Dr H Andi Parellangi, menyebut kesepakatan itu sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan kualifikasi tenaga kesehatan di wilayahnya.
Keterbatasan program pascasarjana membuat sebagian tenaga kesehatan harus mencari akses pendidikan lanjutan ke luar provinsi.
Dalam waktu dekat, Poltekkes berencana mendorong para bidan lulusan sarjana terapan untuk melanjutkan pendidikan ke Program Magister Kebidanan Unhas.
Program serupa juga terbuka bagi tenaga kesehatan lain yang membutuhkan penguatan kompetensi akademik dan profesional.
“Kerja sama ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas SDM di Kalimantan Timur karena program pascasarjana bidang kesehatan masih terbatas,” ujar Andi Parellangi.
Ia berharap kolaborasi berkembang ke bidang nonkesehatan dan memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah.
Sasaran akhirnya ialah memperluas kesempatan pendidikan hingga jenjang magister dan doktor, sekaligus meningkatkan kualitas layanan serta tata kelola pembangunan di Kalimantan Timur.
Setelah penandatanganan, kedua pihak akan menyusun program pelaksanaan yang lebih rinci. Agenda itu mencakup mekanisme studi lanjut, penelitian bersama, pertukaran keahlian, pengabdian masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya akademik.
Kesepahaman tersebut menjadi landasan awal untuk memastikan kerja sama tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan menghasilkan program yang terukur dan berdampak.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
PERKUAT SDM - Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas Prof Sukri Palutturi (kanan) dan Direktur Poltekkes Kemenkes Kaltim Dr Andi Parellangi menandatangani nota kesepahaman di Sekolah Pascasarjana Unhas, Kamis (6 /8/2026). Kerja sama ini untuk memperkuat SDM kesehatan di Kaltim. (Unhas TV/Rahmatia Ardi)








