UNHAS.TV - Ribuan orang telah berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, untuk menghadiri misa, Rabu itu. Namun, Paus Leo XIV yang seharusnya memimpin misa itu ternyata tidak bisa hadir. Posisinya digantikan seorang pejabat tinggi Gereja Katolik Roma.
Paus Leo sedang sakit. Dokter menyebutkan, Paus Leo, Paus pertama dari Amerika, didagnosis menderita kanker paru-paru setelah satu lobus paru-paru kanannya diangkat melalui pembedahan.
Kecemasan pun mencuat mengenai posisi arah kepemimpinan Tahta Suci itu. Paus sebelumnya, Paus Fransiskus, juga menderita penyakit paru-paru: peumonia bilateral (infeksi paru-paru ganda) dan bronkitis kronis. Paus Fransiskus sempat dirawat selama 38 hari di rumah sakit hingga wafat pada 21 April 2025 karena stroke yang diikuti gagal jantung.
"Tidak ada yang menduganya (mengenai kondisi Paus Leo)," ujar Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Takhta Suci, kepada para wartawan, seraya mengibaratkannya seperti "petir di siang bolong." Sang kardinal menyatakan khawatir dengan kondisi Paus Leo.
Leo XIV telah membatalkan seluruh agenda audiensinya hingga 20 Oktober seiring dengan proses pemulihannya. Para dokter yakin bahwa kanker tersebut telah diangkat melalui operasi, namun pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan.
Paus Leo beberapa kali tidak bisa hadir dalam agenda kerjanya setelah dirawat di rumah sakit. Salah satunya, pertemuan besar para uskup dan pemimpin gereja di Vatikan.
Pertemuan itu membahas bagaimana gereja dapat mendukung pasangan dan keluarga, satu dekade setelah diterbitkannya dokumen penting oleh Paus Fransiskus yang membuka kemungkinan bagi umat Katolik yang telah bercerai dan menikah kembali untuk dapat menerima komuni.
Beberapa hari sebelum mengumumkan bahwa ia akan menjalani pembedahan, Paus Leo XIV telah mengonfirmasi terpilihnya Kardinal Luis Antonio Tagle —seorang pejabat tinggi Vatikan asal Filipina— untuk menduduki jabatan penting sebagai Dekan Dewan Kardinal.
Kardinal Blase Cupich, Uskup Agung Chicago sekaligus sahabat dekat Leo, yakin Leo akan membaik karena Leo adalah orang yang sangat patuh dengan anjuran dokter. "Jika para dokternya berkata, ‘Anda sebaiknya tidak melakukan perjalanan ini,’ saya rasa beliau akan mematuhinya," ujar Cupich dalam sebuah wawancara dengan *America Magazine*, sebuah majalah Katolik terkemuka di Amerika Serikat.(*)
undefined








