
Pelatih Chelsea Liam Rosenior membawa klubnya menang 4-0 atas Hull City klub yang memecatnya. (Credit Getty/The Sun)
Apa pun yang diucapkan Rosenior di ruang ganti terbukti efektif. Chelsea tampil lebih tajam selepas jeda. Delap, yang pada babak pertama kerap kehilangan bola, menjelma kreator dengan tiga assist.
Gol kedua Neto datang lewat situasi yang jarang terjadi: tendangan sudut langsung bersarang ke gawang, sebuah gol olimpico. Rosenior terlihat menunjuk pelatih bola mati Bernardo Cueva, seolah menegaskan bahwa skema tersebut bukan kebetulan.
Suporter Hull sempat melantunkan chant bernada nostalgia untuk Rosenior. Sang pelatih membalasnya dengan tepuk tangan dan senyum tipis. Namun di lapangan, timnya tak memberi ampun.
Gol ketiga Chelsea lahir dari kerja sama Delap dan Estevao. Delap menggiring bola hingga garis tepi sebelum mengirim umpan tarik yang diselesaikan Estevao ke gawang kosong. Kali ini, ia tak mengulangi kesalahan sebelumnya.
Pada menit ke-71, Neto memastikan malam sempurnanya. Menerima umpan dan memanfaatkan ruang di depan kotak penalti, ia melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dihalau Phillips. Hat-trick pertama dalam karier seniornya tercipta.
Chelsea menutup laga dengan memberi menit bermain kepada dua talenta muda akademi, Jesse Derry dan Shim Mheuka. Keduanya masuk dari bangku cadangan dan menunjukkan energi segar di sisa pertandingan, ketika Hull berusaha memperkecil ketertinggalan.
Hingga peluit akhir, skor tak berubah. Chelsea melangkah ke putaran kelima, sementara Hull kembali fokus pada ambisi promosi mereka di Championship.
Bagi Neto, laga ini lebih dari sekadar tiket ke babak berikutnya. Di tengah sorotan harga transfer dan kritik publik, ia memilih menjawab lewat performa. Pada hari yang oleh sebagian orang dianggap membawa sial, ia justru menemukan momentum kebangkitan. (*)








