NOTTINGHAM, UNHAS.TV - Nottingham Forest membuka jalan menuju final Liga Europa setelah mengalahkan Aston Villa lewat gol penalti Chris Wood dalam laga semifinal yang kembali diwarnai keputusan kontroversial VAR, Jumat (1/5/2026) dini hari.
Bermain di City Ground, Forest menang tipis 1-0 dan membawa keunggulan berharga itu sebelum bertandang ke Villa Park pekan depan.
Laga itu menjadi babak terbaru dari rangkaian semifinal kompetisi Eropa yang dipenuhi perdebatan soal penalti. Setelah Paris dan Madrid, kini giliran Nottingham menjadi panggung keputusan yang memecah kubu.
Wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, semula tidak memberi penalti ketika bola umpan balik Omari Hutchinson mengenai tangan Lucas Digne di kotak terlarang. Bendera sempat mengarah pada tendangan gawang karena bola dianggap telah melewati garis.
Namun, pemeriksaan VAR mengubah arah pertandingan. Dari ruang kontrol, ofisial asal Portugal lainnya memberi tahu Pinheiro bahwa bola belum sepenuhnya keluar dari garis lapangan sebelum Hutchinson mengembalikannya ke kotak penalti.
Tayangan ulang menunjukkan Digne mengangkat kedua tangannya saat bola datang. Kontak tangan itu tidak diragukan, tetapi yang menjadi persoalan ialah apakah bola masih berada dalam area permainan.
Setelah peninjauan panjang, Forest mendapat penalti. Chris Wood maju sebagai eksekutor. Penyerang Selandia Baru itu melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang.
Emiliano Martinez, yang sebelumnya tampil gemilang, tak mampu menjangkau bola. Gol tersebut menjadi gol ke-200 dalam karier Wood dan membawa Forest berada 90 menit dari final Liga Europa di Istanbul.
City Ground pun meledak. Malam yang semula tampak akan dikuasai oleh cerita penyelamatan luar biasa Martinez dan keberuntungan Elliot Anderson yang lolos dari kartu merah berubah menjadi pesta bagi pendukung Forest.
Stadion itu kembali mendapatkan malam besar Eropa, lebih dari empat dekade setelah masa kejayaan terakhir mereka.

Statistik Laga Nottingham Forest vs Aston Villa. (the Sun)
Bagi Forest, kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Aston Villa memulai pertandingan dengan lebih tenang. Tim asuhan Unai Emery tampak lebih rapi dalam menguasai bola dan tidak terburu-buru menyerang.
Villa memilih menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik, terutama melalui Ollie Watkins, Morgan Rogers, dan Emi Buendia.
Dalam 30 menit pertama, penjaga gawang Forest, Stefan Ortega, dua kali dipaksa melakukan penyelamatan penting. Peluang pertama datang pada menit kesembilan.
Youri Tielemans mendapat ruang untuk melepaskan tembakan dari jarak sekitar 25 meter. Bola mengarah ke pojok atas gawang, tetapi Ortega terbang untuk menepisnya keluar.
Kesempatan berikutnya lahir dari kesalahan umpan Hutchinson. Bola yang lepas dimanfaatkan Watkins untuk berlari menuju pertahanan Forest.
Ia kemudian mengirim bola kepada Morgan Rogers. Sepakan Rogers mengarah rendah ke sisi kanan gawang, tetapi Ortega kembali sigap. Bola muntah juga berhasil dijauhkan sebelum Buendia menyambar.
Perlahan, Forest mulai menemukan ritme. Anderson menjadi penggerak utama di lini tengah. Ia memenangi duel, mengalirkan bola, dan memberi ruang bagi Hutchinson untuk menekan sisi kiri pertahanan Villa yang ditempati Digne. Morgan Gibbs-White juga beberapa kali masuk dari sisi kiri untuk mengatur serangan.
Meski begitu, Anderson lolos dari momen yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Pada babak pertama, ia menerjang pergelangan kaki Watkins dengan kaki terangkat setelah lebih dulu menyentuh bola.
Protes Keras Pelanggaran
>> Baca Selanjutnya
PENALTI - Striker Nottingham Forrest Chris Wood mencetak gol kemenangan dari titik penalti ke gawang Aston Villa di leg 1 semifinal Europa League, Jumat (1/5/2026) dini hari. (The Sun/AP)







