WEMBLEY, UNHAS.TV - Manchester City sukses melangkah ke final FA Cup setelah menang dramatis 2-1 atas Southampton dalam semifinal pertama yang berlangsung akhir pekan, Sabtu (24/4/2026) malam.
Nico González menjadi pahlawan bagi timnya dengan gol spektakuler yang tercipta hanya dua menit sebelum pertandingan berakhir, memastikan langkah City menuju final keempat berturut-turut mereka.
Kemenangan ini membawa City ke final FA Cup untuk yang keempat kalinya secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah tercatat dalam sejarah 155 tahun kompetisi ini.
Meski demikian, perjalanan menuju final kali ini tidak mudah bagi Pep Guardiola dan anak asuhnya. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat ini, Southampton sempat membuat kejutan setelah unggul terlebih dahulu lewat gol Finn Azaz pada menit ke-79.
Azaz, dengan aksi luar biasa dari luar kotak penalti, menendang bola melengkung yang tak bisa dijangkau oleh kiper City, James Trafford, dan menggetarkan jala gawang untuk membawa Southampton unggul.
Suasana di stadion yang dipenuhi ribuan fans Southampton seketika berubah menjadi sorak sorai kebahagiaan, dengan para pendukung tim tamu menyaksikan mimpi mereka hampir menjadi kenyataan.
Namun, kisah manis itu hanya bertahan selama empat menit. Jeremy Doku membuyarkan harapan Southampton setelah gol penyamaannya yang terdefleksi, meluncur ke pojok gawang Daniel Peretz.
Southampton kembali merasakan kepahitan ketika González melesakkan gol kemenangan dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang menghujam ke atap gawang, memastikan kemenangan City.
Drama di Sisi Lain Lapangan
Pertandingan ini juga memperlihatkan perjuangan keras dari Southampton yang meski sempat tertinggal, tidak pernah menyerah.
Berbekal serangkaian laga tak terkalahkan, mereka memberi perlawanan sengit meski lebih banyak ditekan oleh dominasi penguasaan bola dari City.
Pelatih City, Pep Guardiola, sempat mengubah formasi tim dengan memasukkan para pemain bintang seperti Erling Haaland untuk menambah daya serang, yang kemudian membuahkan hasil dengan gol-gol penyeimbang dan pemenang.
Namun, meskipun banyaknya peluang yang dimiliki City, Southampton tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi.
Salah satu kesempatan terbaik datang dari pemain pengganti, Yoane Wissa, yang gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang Trafford.
Wissa, yang sebelumnya juga berhasil menciptakan peluang lain, tidak mampu menyelesaikan dengan tenang, menunjukkan ketidakmampuan tim tamu dalam mengubah peluang menjadi gol.
Meskipun City menguasai jalannya pertandingan, mereka baru dapat mematahkan perlawanan Southampton setelah beberapa kesempatan terbuang sia-sia.
Guardiola, yang terlihat sangat frustrasi pada beberapa momen, memberi instruksi keras kepada para pemainnya di sepanjang pertandingan.
Salah satu momen dramatis lainnya adalah ketika Kai Havertz harus digantikan karena cedera, membuat City terpaksa melakukan perubahan besar dalam lini serang mereka.
Bertahan di Puncak dengan Daya Juang
Dengan kemenangan ini, City semakin dekat untuk meraih "double treble," sebuah pencapaian yang sangat mungkin mereka raih mengingat dominasi mereka di Liga Premier dan FA Cup.
Namun, Guardiola menyadari betul bahwa timnya harus lebih konsisten dan meningkatkan performa mereka, mengingat masih banyak laga-laga besar yang harus dijalani.
Bagi Southampton, meski kalah, mereka pantas mendapat pujian atas usaha dan ketangguhan mereka.
Dalam pertandingan yang seharusnya menjadi tugas berat bagi tim Championship, mereka hampir saja membuat kejutan besar di Wembley, menahan City lebih lama dari yang diperkirakan.
Para penggemar Southampton yang hadir di stadion juga memberikan dukungan penuh, merayakan setiap momen sebagai kemenangan moral meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.
Kemenangan ini tidak hanya menambah rekor Guardiola yang kini menjadi pelatih pertama yang membawa timnya ke final FA Cup dalam empat tahun berturut-turut, tetapi juga semakin memperlihatkan betapa sulitnya mengalahkan City, bahkan ketika mereka tampil dengan skuad yang sedikit berubah.
Dalam perjalanan menuju final, mereka harus terus menghadapi tantangan-tantangan berat, tetapi satu hal yang pasti: mereka semakin dekat dengan sejarah besar yang menanti di depan mata. (*)
Striker muda Manchester City Nico Gonzalez memastikan kebangkitan timnya di semifinal FA Cup atas Southampton di menit-menit akhir, Sabtu (24/4/2026) dini hari. (The Sun/EPA)







