News
Program
Ruang Tengah

Dorong Pembangunan Keluarga, Kepala DPPKB Kota Makassar: Quick Wins Kunci Penurunan Stunting

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Drs Andi Irwan Bangsawan MSi dalam Program Ruang Tengah di Unhas TV, Selasa (2012026). (unhas tv/paramitha)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus memperkuat percepatan pembangunan keluarga dan penurunan stunting melalui implementasi program Quick Wins.

Quick Wins adalah sebuah program strategis yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

“Quick Wins ini adalah program strategis dari pemerintah pusat yang langsung menyasar masyarakat, khususnya dalam rangka pembangunan keluarga,” kata Kepala DPPKB Kota Makassar, Drs Andi Irwan Bangsawan MSi dalam Program Ruang Tengah di Unhas TV, Selasa (20/1/2026).

Irwan Bangsawan menjelaskan bahwa Quick Wins merupakan program prioritas nasional yang dirancang untuk menyentuh langsung masyarakat dalam membangun keluarga berkualitas secara komprehensif.

Ia mengungkapkan, Quick Wins terdiri atas lima program utama. Pertama, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang menekankan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah, dalam upaya pencegahan stunting. 

Melalui Genting, perusahaan didorong berkontribusi lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). 

“Di Kota Makassar, kontribusi CSR untuk pencegahan stunting tahun lalu mencapai hampir Rp2-3 miliar. Ini menunjukkan bahwa penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Kedua, Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) yang berfokus pada perlindungan dan edukasi anak sejak lahir hingga usia balita. Program ini menegaskan pentingnya perhatian pada fase awal kehidupan anak sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Program ketiga adalah Gatik (Gerakan Ayah Teladan Indonesia). Irwan menekankan bahwa pembangunan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga memerlukan kehadiran aktif sosok ayah dalam keluarga.

“Sekitar 26 persen anak di Indonesia kehilangan peran ayah. Ini yang ingin kita ubah. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga pembina karakter anak,” katanya.

Selanjutnya, Quick Wins juga mencakup pengembangan Super Apps Keluarga Indonesia, sebuah aplikasi terpadu yang tengah disiapkan pemerintah pusat untuk mendukung layanan dan informasi keluarga.

Program kelima adalah Lansia Berdaya, yang mendorong lanjut usia tetap produktif dan mandiri sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia.

Terkait stunting, Irwan mengungkapkan bahwa angka stunting di Kota Makassar menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Makassar turun dari 25,6 persen menjadi 22,9 persen.

Sementara berdasarkan pendataan internal DPPKB, terdapat sekitar 3.020 anak stunting dan sekitar 10 ribu keluarga berisiko stunting yang menjadi sasaran intervensi.

Selain Genting, DPPKB Makassar juga memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi calon pengantin (catin). Edukasi ini dilakukan sejak awal pembentukan keluarga agar risiko stunting dapat dicegah sebelum kehamilan.

“Tugas utama kami di DPPKB adalah KIE, komunikasi, informasi, dan edukasi. Edukasi calon pengantin menjadi sangat penting karena di situlah awal terbentuknya keluarga sehat,” jelas Irwan.

DPPKB Makassar bekerja sama dengan kantor urusan agama, imam kelurahan, dan pihak terkait di tingkat kecamatan untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin mengenai pola hidup sehat, kesehatan reproduksi, hingga kesiapan menjalani kehamilan.

“Pembangunan keluarga tidak bisa ditangani setengah-setengah. Harus komprehensif, dari sebelum menikah, masa kehamilan, pengasuhan anak, hingga lansia,” pungkasnya.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)