
Sebuah penelitian terkini menunjukkan bahwa kadar mikroplastik yang tinggi dalam air dikaitkan dengan meningkatnya risiko kecacatan fisik dan mental, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang dampak partikel mikroskopis ini terhadap kesehatan manusia. Credit: MICROGEN IMAGES/SCIENCE PHOTO LIBRARY / Gettyimages.ru.
Penelitian-penelitian ini adalah panggilan untuk bertindak. Bagi akademisi, ini adalah undangan untuk memperdalam pemahaman kita tentang dampak mikroplastik melalui penelitian interdisipliner. Bagi pemerintah, ini adalah seruan untuk memperkuat regulasi dan kebijakan yang membatasi produksi dan penggunaan plastik sekali pakai. Bagi masyarakat umum, ini adalah ajakan untuk mengubah kebiasaan konsumsi kita dan memilih alternatif yang lebih berkelanjutan.
Menuju Masa Depan yang Bebas Mikroplastik
Pertemuan Ilmiah Tahunan Asosiasi Ahli Bedah Saraf Amerika (AANS:American Association of Neurological Surgeons ) ke-77 di Boston pada 25-28 April 2025 akan menjadi platform penting untuk mendiskusikan temuan-temuan ini dan merumuskan strategi untuk mengatasi ancaman mikroplastik. Para ilmuwan dari seluruh dunia, termasuk akademisi dari Universitas Hasanuddin di Makassar, diundang untuk hadir dan berkontribusi.
"Kita tidak bisa lagi mengabaikan bahaya mikroplastik," kata Dr. Ganatra. "Kita harus bertindak sekarang untuk melindungi kesehatan kita dan planet kita."
Dengan kesadaran dan tindakan kolektif, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih bersih dan sehat, bebas dari ancaman mikroplastik.(*)