Makassar

Perahu Nelayan Semarakkan Maulid Akbar di Paotere, Pesan Appi Teladani Rasulullah

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Maulid Akbar Pesisir di Dermaga Paotere, Jumat (28/8/2026) malam. Kegiatan tahunan itu digelar Pemerintah Kota untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad dengan melibatkan warga dan nelayan. (Dok Pemkot Makassar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Ribuan warga memadati Dermaga Pelabuhan Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Jumat malam, 28 Agustus 2026. Mereka menghadiri Maulid Akbar Pesisir yang kembali digelar Pemerintah Kota Makassar.

Perayaan tahun ini menyuguhkan suasana berbeda. Sejumlah perahu nelayan turut meramaikan kawasan pelabuhan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas nelayan dan perdagangan laut di Makassar.

Kehadiran perahu-perahu tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Andi Zulkifli Nanda, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Melinda Aksa.

Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Makassar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, serta Badan Amil Zakat Nasional Kota Makassar juga menghadiri acara tersebut.

Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiah dalam peringatan Maulid Akbar itu. Acara juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan BAZNAS Kota Makassar kepada sejumlah warga. Bantuan diserahkan Munafri bersama Ketua BAZNAS Kota Makassar Usman Sofian.

Panitia turut membagikan hadiah kepada puluhan warga, mulai dari perabot rumah tangga dan voucher belanja senilai Rp 250 ribu yang dapat digunakan di Pasar Terong hingga hadiah utama berupa dua paket umrah untuk dua pasangan.

Dalam sambutannya, Munafri mengatakan Maulid Akbar Pesisir bukan sekadar agenda tahunan pemerintah kota. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus momentum bagi masyarakat untuk merenungkan dan meneladani kehidupan Nabi Muhammad.

“Buat apa kita menyimpan besar-besar foto idola kita, Messi, Ronaldo, atau bahkan idola di komik-komik yang tidak berwujud? Sementara kita mempunyai satu sosok istimewa yang memberikan gambaran terhadap keselamatan dunia dan akhirat, yaitu Nabi Muhammad SAW,” kata Munafri.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menyebut keteladanan Rasulullah mencakup berbagai sisi kehidupan.

Di antaranya kepemimpinan yang memberikan rasa aman, kegiatan perdagangan yang dijalankan dengan adab, kehidupan keluarga yang dilandasi kasih sayang, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Munafri juga mengapresiasi perkembangan penyelenggaraan Maulid Akbar Pesisir. Menurut dia, pemerintah kota telah memenuhi janji pada pelaksanaan tahun sebelumnya untuk melibatkan perahu nelayan dan menyediakan lokasi yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Selain menyampaikan pesan Maulid, Munafri mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kering. Ia menyoroti potensi kekurangan air, kebakaran, dan gangguan kesehatan.

Pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan, kata dia, harus terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Aliyah Mustika Ilham mengatakan peringatan Maulid tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan mengenang perjalanan Rasulullah. Nilai-nilai akhlak Nabi Muhammad, menurut dia, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memperkuat ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan, insyaallah kita dapat mewujudkan Kota Makassar yang semakin religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar Aliyah. (*)