Pendidikan

Pimnas ke-38 Tanpa Kehadiran Menteri, Gubernur, dan Wali Kota, Ini Penjelasan Rektor Unhas

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pembukaan kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38 di Baruga AP Pettarani, Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (24/11/2025), ditandai dengan pemutaran kemudi kapal laut oleh Direktur Belmawa (Pembelajaran dan Kemahasiswaan) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Dr Beny Bandanadjaja ST MT dan Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc.

Turut mendampingi Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas Prof Dr Andi Alimuddin Unde MSi, Ketua Senat Akademik Unhas Prof Dr drg Bahruddin Thalib MKes SpPros(K), Pelaksana Harian Rektor Universitas Negeri Makassar Prof Dr Farida Patittingi MHum, dan ketua dewan juri Pimnas ke-38.

Dr Berry Juliandi ke Unhas untuk menggantikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD yang tidak bisa hadir membuka acara. 

Prof Brian Yuliarto akhirnya memberikan kata sambutan melalui tayangan video yang disaksikan hadiri melalui layar lebar yang terpasang di panggung utama gedung Baruga AP Pettarani.

Adapun sejumlah undangan yang diharapkan hadir yakni Gubernur Sulawesi Selatan, Kapolda Sulawesi Selatan, Panglima Kodam XIV Hasanuddin, dan Wali Kota Makassar ternyata tidak hadir di acara tersebut hingga acara selesai. Beberapa di antara mereka mengutus penjabat untuk mewakili mereka. Belum ada penjelasan dari mereka mengenai ketidakhadiran mereka.

Prof Jamaluddin menegaskan bahwa ia masih sempat berbalas pesan dengan Prof Brian Yuliarto pada Sabtu malam pekan lalu untuk bisa ke Kota Makassar membuka kegiatan Pimnas ke-38 

"Saya masih sempat chat dengan Pak Menteri, namun ternyata ada kegiatan dengan DPR MPR untuk rapat dengar pendapat," begitu penjelasan Prof Jamaluddin. 

Menurut Prof Jamaluddin Jompa, Pimnas ke-38 adalah momentum yang sangat penting. "Bagi kami, Pimnas ini bukan sekadar kompentisi tapi ini juga bagian dari ekosistem riset. Saudara-saudara sekalian, kalian adalah bagian dari tim riset universitas masing-masing," tutur pakar kelautan tersebut. 

Prof Jamaluddin juga menegaskan, Pimnas adalah upaya menumbuhkan budaya riset, melatih inovasi, melatih ketajaman berpikir kritis, serta melatih kepekaan peserta membaca persoalan masyarakat.

"Saya baca topik-topiknya, baca tema-temanya, luar biasa. Terima kasih dewan juri yang telah memilih yang hebat-hebat ini. Keren-keren. Seandainya Presiden hadir hari ini, seharusnya beliau bangga bahwa anak-anak Indonesia dan pada waktunya nanti, Insya Allah kita lagi menjadi bangsa yang dipandang sebelah mata oleh bangsa lain," katanya.

Prof Jamaluddin menambahkan, Unhas memberi perhatian khusus pada ajang Pimnas karena dikonversikan melalui bobot tinggi pada Satuan Kredit Semester (SKS) melalui Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK).

"Ini karena kami berpikir ini bukan cuma ajang kompetisi. Di sini dilatih hard skill  juga soft skill mulai dari kemampuan komunikasi, berkolaborasi di antara tim, membangun kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah, juga menyajikan inovasi-inovasi dari bawah," kata Prof Jamaluddin.

Prof Jamaluddin berharap, pada ajang Pimnas ini akan lahir banyak inovasi-inovasi baru yang bisa dikembangkan lebih lanjut meski peserta sudah menyelesaikan pendidikannya. Melalui ajang penalaran itu, Indonesia akan lebih maju lagi dan tidak lagi dipandang sebelah mata oleh bangsa lain.(*)